Berita Banjarmasin

Tindak Asusila Libatkan Pelajar hingga Mahasiswa, Begini Pandangan Pengamat Pendidikan ULM

Pengamat pendidikan ULM menilai terjadinya oknum pelajar hingga mahasiswa melakukan asusila akibat imbas sistem pendidikan

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/istimewa
Reja Fahlevi, pengamat pendidikan ULM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu terakhir terus diterpa kejadian tak sedap.

Dua video tindak asusila yang menyeret dunia pendidikan, beredar luas di media sosial.

Dari dua oknum pelajar SMA yang terekam bermesraan di areal publik, hingga seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Banjarmasin yang melakukan hubungan dewasa dengan sesama jenisnya.

Kejadian tersebut dinilai mencoreng dunia pendidikan.

Baca juga: Polisi Turun Tangan, Begini Kronologi Lengkap Video Asusila Dua Pemuda Sesama Jenis di Banjarmasin

Baca juga: Soal Video Asusila Sesama Jenis di Banjarmasin, Begini Pandangan Pakar Hukum

Pengamat pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Reja Fahlevi menyebut hal itu imbas dari sistem pendidikan yang saat ini diterapkan di Indonesia.

Menurutnya, orientasi pendidikan sekarang lebih mengarah ke bidang ilmu pengetahuan dan wawasan, ketimbang pembentukan karakter serta akhlak seseorang.

“Siswa banyak dibekali materi-materi, tetapi untuk akhlak dan pembentukan karakter masih kurang maksimal,” katanya, Jumat (23/9/2022).

Padahal, kata dia, hakekatnya remaja berusia pelajar hingga mahasiswa sangat perlu pendidikan moral.

Namun, menurut dia, moralitas tidak bisa hanya dibebankan ke dunia pendidikan. Tapi perlu peran orang terdekat.

Baca juga: Datangi Tempat Kos di Cendana, Lurah Sungai Miai Banjarmasin Imbau Mahasiswi Waspadai Pelaku Asusila

“Harus ada sinergitas, termasuk lingkungan tempat dia tinggal. Utamanya, pengawasan orangtua,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Reja, mayoritas pelaku tindak asusila dipicu oleh faktor traumatik. Tak sedikit dari mereka yang dulunya pernah menjadi korban pelecehan seksual.

Namun dia menegaskan, tetap saja perilaku penyimpangn atau tindak asusila tersebut tidak bisa dibenarkan.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved