BTalk

BTalk - Psikolog Kalsel Sukma Noor Akbar Mengingatkan Keluarga Mengenai Perlunya Self Healing

BTalk mengenai Self Healing Dalam Keluarga hadirkan psikolog Sukma Noor Akbar, dinilainya penting untuk penyembuhan dari luka batin yang mengganggu.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Acara BTalk program tayangan dari Banjarmasin Post mengenai “Self Healing Dalam Keluarga” menghadirkan psikolog, Sukma Noor Akbar, MPsi, Koordinator Prodi Psikologi FK ULM dan Ketua Himpsi Kalsel, dipandu Jurnalis Banjarmasin Post, Tania Anggrainy, Sabtu (24/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kata healing kini kerap terdengar. Istilah ini sederhananya untuk orang yang menghilang dari lingkungan untuk menyembuhkan mental secara mandiri.

Apakah cara tersebut benar-benar dapat mengatasi tekanan batin. Apakah self healing justru dapat dikatakan lari dari kenyataan?

Lantas, bagaimana penerapan self healing yang baik? Bagaimana pula penerapan dalam keluarga? Apakah anak juga perlu mendapat kesempatan self healing?

Mengenai self healing dalam Keluarga ini dibahas dalam perbincangan Mom & Kids di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online, Sabtu 24 September 2022 pukul 16.00 Wita. 

Acara  dipandu Jurnalis Banjarmasin Post, Tania Anggrainy, ini menghadirkan Sukma Noor Akbar, MPsi, yakni Koordinator Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Prodi Psikologi FK ULM) yang juga Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Kalimantan Selatan (Himpsi Kalsel). 

Baca juga: Banjir Kalsel, Permukiman di Mangunang Terendam dan Jembatan Desa Alat Selamat di Kabupaten HST

Baca juga: Sering Hujan di Kabupaten Tabalong, Jajaran Polsek Murung Pudak Patroli Lokasi Rawan Longsor

Baca juga: HST Kembali Siaga Banjir dan Tanah Longsor, Warga Barabai di Bantaran Sungai Diimbau Waspada

Menurut Sukma, self healing adalah teori lama yang dimunculkan kembali. Secara arti, self healing adalah penyembuhan diri secara mental.

"Self healing itu penyembuhan diri dari luka batin yang mengganggu seseorang. Jadi tujuannya adalah bisa menyembuhkan diri sendiri," jelasnya.

Luka batin itu penyebabnya bisa karena masa lalu yang tidak baik, tidak nyaman. Mis pernah di-bully, kena bencana, permasalahan dengan orangtua semasa kecil dan sebagainya.

"Bagi orang dewasa yang mempunyai luka batin maka itu bisa terbawa dalam rumah tangga. Ketika mental ayah dan ibu terganggu, maka efeknya bisa ke anak," jelas Sukma.

Marah pada pasangan tapi tidak dicari solusi juga akan membuat permasalahan mental. Apalagi pelampiasannya pada anak. Ini tidak baik apalagi bagi anak masa perkembangan. 

Baca juga: Banjir di Jalan Nasional Desa Damar Indah Tanahbumbu Mulai Surut

Baca juga: Camat Sungailoban Tanbu Ingatkan Pengendara Hati-hati Melintas di Area Banjir di Desa Damar Indah

Baca juga: Jalan Utama Wisata Religi Sekumpul Kota Martapura Terendam, Pengendara Cari Jalur Alternatif

"Cacian dan makian juga tindakan fisik pada anak akan mengganggu kesehatan mentalnya juga," terang Sukma.

Saat ini, menurut Sukma Noor Akbar, banyak orang mempersepsikan healing itu adalah aktivitas liburan. Sebenarnya, tidak tepat. Sebab, proses self healing  berbeda dengan liburan.

Liburan itu sifatnya me-refresh hanya sementara. Kalau ada masalah, sekedar pengalihan diri dari masalah. Bahkan, bisa membuat masalah baru. Misal, setelah liburan, duit habis, jadi malah pusing.

"Self healing itu misal ketika stres, maka kita mencari pemecahan masalahnya. Dengan self healing ada proses emosi seseorang untuk bisa menjadi netral," papar Sukma.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved