Berita Tapin

Hujan Guyur Kabupaten Tapin, Jalur Margasari Cenderung Sepi Masyarakat yang Akan Berakhir Pekan

Jalur Margasari-Marabahan Kabupaten Tapin, Kalsel, sepi dari arus lalu lintas masyarakat yang berakhir pekan akibat hujan deras turun cukup lama.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE
Hujan mengguyur jalur Margasari Kabupaten Tapin menuju Kota Marabahan Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (24/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Akhir pekan biasanya diisi dengan aktivitas bepergian di akhir pekan, baik sekedar mengunjungi keluarga maupun tujuan berwisata, Sabtu (24/9/2022).

Hal ini yang sering terpantau di Kabupaten Tapin yang berada di dua jalur lintasan, yakni Kabupaten Banjar menuju kawasan hulu sungai dan jalur hulu sungai menuju Kabupaten Barito Kuala ( Batola).

Pantauan Banjarmasinpost.co.id terkini, jalur Margasari atau lintasan dari Hulu Sungai menuju Kabupaten Barito Kuala ( Batola) cenderung sepi terhadap pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat.

Menurut warga setempat, Imah, saat ditemui, mengatakan, sepinya jalur Marabahan'>Margasari- Marabahan hanya terjadi hari ini bersamaan turunnya hujan dengan durasi yang cukup lama. Biasanya, pada  akhir pekan, sangat ramai.

"Mungkin karena mulai dari pagi hingga saat ini, Kabupaten Tapin diguyur hujan deras," jelasnya.

Baca juga: HST Kembali Siaga Banjir dan Tanah Longsor, Warga Barabai di Bantaran Sungai Diimbau Waspada

Baca juga: Banjir di Jalan Nasional Desa Damar Indah Tanahbumbu Mulai Surut

Baca juga: Camat Sungailoban Tanbu Ingatkan Pengendara Hati-hati Melintas di Area Banjir di Desa Damar Indah

Dikatakan Imah, selain diguyur hujan deras, jalur ini belum banyak orang ketahui sejak diperbaiki hingga saat ini.

"Padahal, kalau dari hulu sungai atau Kota Rantau ke Kota Marabahan dan terus ke Kota Banjarmasin, jalur ini sangat tepat karena lebih cepat," jelasnya.

Masih kata Imah,  beda dengan jalur dalam kota ( Kabupaten Banjar menuju Kota Rantau) biasanya macet karena banyak jalan yang masih dalam proses perbaikan.

"Ada bagian-bagian jalan yang memang macet karena ada pelebaran jalan. Sedangkan jalur Margasari sudah sangat mulus dan nyaman untuk dilintasi," jelasnya.

Meski begitu, tetap perlu diperhatikan bagi para pengguna jalan melalui jalur Margasari, yakni ada beberapa jembatan yang cukup tinggi dan permukaan jalan tidak rata.

Baca juga: Narkoba Kalsel - Kompak Terlibat Peredaran Sabu, Pasutri di Tabalong dan Penyuplai Diamankan Polisi

Baca juga: Tak Setorkan Uang Hasil Penjualan ke Perusahaan, Sales di Tanahbumbu Diringkus Polisi

Baca juga: Pasangan Suami Istri di Palangkaraya Ini Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku

"Kalau tidak salah ada tiga jembatan yang aspalnya tidak rata dan sering terjadi kecelakaan. Apalagi malam dan saat hujan," jelasnya.

Ia juga mengakui, bila hujan deras warung-warung di pinggir jalan Margasari ini justru alami peningkatan pendapatan.

"Untungnya, berjualan di jalur Margasari ini, bila hujan deras, para pengguna jalan roda dua biasanya singgah untuk sekedar minum kopi atau makan," jelasnya. 

( Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved