Berita Tabalong

Ketika Manfaat Industri Hulu Migas Tembus Tembok Jeruji Besi, Asa Baru Warga Lapas Tanjung Kalsel

Area hidroponik dimantaafkan warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIB Tanjung Tabalong, Kalsel, hasil kerja sama PT Pertamina EP Tanjung Field.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/DONY USMAN
Dua warga binaan pemasyarakatan sedang bekerja di hidroponik bantuan program CSR PT Pertamina Tanjung Field di lingkungan Lapas Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (23/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  TANJUNG - Sinar matahari pagi itu begitu menyengat. Meski begitu, dua pria mengenakan kaus seragam bertuliskan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Tanjung, tetap tak beranjak dari area hidpronik.

Area hidroponiknya ini berada di halaman dalam Lapas Kelas IIB Tanjung, di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mereka nampak serius memperhatikan deretan lubang pada rangkaian pipa paralon. Di dalam lubang itu berisi tanaman selada berukuran sangat kecil.

Sesekali mereka membenarkan posisi media tempat tumbuhnya selada yang warnanya terlihat masih hijau muda.

Budi daya sayuran dengan hidroponik ini merupakan bantuan dari program CSR bidang ekonomi dan lingkungan PT Pertamina EP Tanjung Field.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Beberapa Wilayah di Kalimantan Selatan Terdampak Banjir

Baca juga: Longsor Hilangkan Penahan Air Sungai Tabalong di Kuangan Kabupaten HSU Kalsel

Bukan hanya sekadar membantu material dan cara pembuatannya. Narapidana di Lapas Tanjung yang terpilih juga dibekali kemampuan budidaya sayuran dengan hidroponik.

Satu dari dua warga binaan Lapas Tanjung yang berada di area hidroponik, Fauzi,  saat diajak berbincang, Jumat (23/9/2022), mengatakan, sangat senang bisa terpilih untuk belajar hidroponik.

“Sangat senang karena mendapat ilmu di dunia perkebunan khususnya hidroponik, sebelumnya saya tidak pernah berkebun sama sekali," ucapnya.

Bersama 19 warga binaan Lapas Tanjung lainnya yang terpilih melalui proses seleksi, Fauzi secara khusus dibimbing lewat pelatihan yang digelar PT Pertamina EP Tanjung Field.

Setelah selesai dibimbing, kemudian langsung diimplementasikan dengan membudidayakan sayuran pakcoy dan hasilnya sangat menggembirakan.

Baca juga: Banjir Kalsel, Permukiman di Mangunang Terendam dan Jembatan Desa Alat Selamat di Kabupaten HST

Baca juga: HST Kembali Siaga Banjir dan Tanah Longsor, Warga Barabai di Bantaran Sungai Diimbau Waspada

"Prosesnya lumayan singkat, yaitu dengan jangka waktu satu bulan sayur pakcoy sudah bisa dipanen. Selain sayur pakcoy, saat ini kami mencoba lagi untuk sayur selada," katanya.

Menurut pria yang yang masih harus menjalani hukuman hingga tahun 2024 ini, bekal budi daya hidroponik ini tentu saja memberikan asa baru baginya ketika sudah menghirup udara bebas dan kembali  ke masyarakat.

“Apabila bebas saya tertarik sekali untuk melanjutkan ilmu perkebunan hidroponik ini," tambahnya.

Selain mendapatkan bekal keterampilan, dengan sekarang dilibatkan mengelola hidroponik di Lapas Tanjung, dirinya juga mendapatkan penghasilan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved