Longsor di Kalsel

Longsor Hilangkan Penahan Air Sungai Tabalong di Kuangan Kabupaten HSU Kalsel

Polisi dan Dishub pasang tanda di dekat ruas bahu jalan longsor supaya pengendara berhati-hati, yakni di Desa Kuangan, Kabupaten HSU, Kalsel.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Longsor di ruas jalan wilayah Desa Kuangan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (24/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Longsor telah terjadi di bahu jalan Desa Kuangan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hingga saat ini, bagian yang rusak di wilayah Desa Kuangan Kabupaten HSU tersebut masih belum diperbaiki.

Menurut keterangan warga, entakan yang terjadi pada bahu jalan yang tepat berada di pinggiran Sungai Tabalong ini sudah bermula sekitar 2 bulan lalu.

Hingga beberapa minggu terakhir, entakan semakin dalam, setelah terjadinya turun hujan yang cukup deras atau dalam jangka waktu yang lama.

Penuturan Sarah, warga yang rumahnya tepat berada berseberangan dengan ruas jalan yang longsor, dua minggu lalu entakan jalan semakin dalam sekitar 50 cm.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Beberapa Wilayah di Kalimantan Selatan Terdampak Banjir

Baca juga: Banjir Kalsel, Permukiman di Mangunang Terendam dan Jembatan Desa Alat Selamat di Kabupaten HST

Akibatnya, lanjut dia, beton penahan air yang berada tepat di pinggir jalan ikut longsor.

Polisi dan Dinas Perhubungan Kabupaten HSU memasang garis polisi pita kuning kuning serta pemberitahuan ada  longsor.

Selain itu, Dinas Perhubungan juga meletakkan traffic cone karena khawatir ada pengguna jalan yang terperosok ke bagian yang longsor yang posisinya berada di tikungan tajam.

Dengan ruas jalan yang longsor tersebut, Sarah pun merasa khawatir pada saat puncak musim hujan tidak ada lagi penahan air sungai.

Sebelumnya, aparatur Pemerintah Desa Kuangan Kabupaten HSU telah membangun penahan air yang berada di pinggir jalan setinggi sekitar 40 cm.

Baca juga: Jalan Utama Wisata Religi Sekumpul Kota Martapura Terendam, Pengendara Cari Jalur Alternatif

Baca juga: Sering Hujan di Kabupaten Tabalong, Jajaran Polsek Murung Pudak Patroli Lokasi Rawan Longsor

Baca juga: HST Kembali Siaga Banjir dan Tanah Longsor, Warga Barabai di Bantaran Sungai Diimbau Waspada

Hal itu dilakukan untuk mencegah luapan air sungai masuk ke daerah pemukiman warga dan menggenangi lahan pertanian.

Untuk lahan pertanian yang digunakan oleh warga, letaknya memang tidak jauh dari daerah pemukiman dan juga tidak jauh dari aliran Sungai Tabalong.

Jika dinding penahan tersebut tidak segera diperbaiki, maka pada saat puncak penghujan nanti, air akan mudah menyeberang dan menggenangi area pemukiman serta lahan pertanian.

"Semoga bisa segera diperbaiki agar pada saat puncak musim hujan tidak menyebabkan air sungai meluap," harap Sarah. 

Kondisi jalan yang turun dari tempat semula, juga diperparah karena adanya lalu lintas angkutan bermuatan yang melewati wilayah Kabupaten HSU saat ini.

Baca juga: Banjir di Jalan Nasional Desa Damar Indah Tanahbumbu Mulai Surut

Baca juga: Camat Sungailoban Tanbu Ingatkan Pengendara Hati-hati Melintas di Area Banjir di Desa Damar Indah

Mengingat, terdapat adanya pengalihan lalu lintas dikarenakan pembangunan Jembatan Paringin di Kabupaten Balangan.

"Kami sebenarnya juga khawatir longsor akan semakin parah karena adanya angkutan bermuatan yang masih terus melintasi jalan," tutup Sarah.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved