Breaking News:

Tajuk

Tercemarnya Tonggak Keadilan

Keterlibatan oknum hakim agung dalam kasus krupsi makin mencederai kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Tanah Air.

Editor: Eka Dinayanti
Capture Youtube BPost
KPK Sita 205 Dolar Singapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PUBLIK kembali disungguhi berita operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (22/9).

Dalam perkembangannya Hakim Agung pada Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati beserta sembilan orang lainnya ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA.

Sudrajad diduga menerima suap agar mengondisikan putusan kasasi laporan pidana dan gugatan perdata terkait aktivitas dari koperasi simpan pinjam Intidana.

Keterlibatan oknum hakim agung ini tentu makin mencederai kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Tanah Air.

Terlebih, tersangka lainnya yang ditetapkan KPK juga bagian dari institusi MA.

Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan sembilan tersangka lain yakni Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu, dua PNS Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, dua PNS MA Redi dan Albasri.

Sementara sebagai tersangka pemberi suap, KPK menetapkan dua Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto, serta dua orang pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno.

Hakim Agung adalah salah satu pilar penegak keadilan di negeri ini.

Tentu menjadi ironi jika hakim terlibat suap dalam penanganan perkara.

Padahal KPK sebelumnya juga telah melaksanakan program pembinaan untuk insan di lingkungan MA, baik hakim maupun untuk pejabat struktural.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved