Berita Banjarmasin

Gencarnya Vaksinasi di Kalsel Terkendala Stok Vaksin Covid-19 yangl Menipis

Vaksinasi covid 19 masih terus digencarkan di Kalsel melalui pos vaksinasi, namun terkendala menipisnya stok vaksin.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
BINDA KALSEL UNTUK BPOST
Seorang penjual buah, juga yang lainnya, mendapat vaksin Covid-19 di Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (!3/9/2022). Program kesehatan ini dilaksanakan Binda Kalsel dan Puskesmas Sungai Tabuk. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Subvarian Omicron BA.5 telah masuk di Kalimantan Selatan sesuai laporan dari Litbangkes Kemenkes RI dua bulan lalu.

Terang Kabid P2P Dinkesprov Kalsel, Syahriani Senin (26/9/2022) informasi terkait subvarian Omicron BA.5 tersebut belum resmi disampaikan secara bersurat oleh Kemenkes, namun dari paparan Kemenkes, subvarian tersebut sudah masuk ke Kalsel.

Namun karena subvarian tersebut jelas Syahriani memiliki masa inkubasi yang cepat yakni dari 5 sampai 7 hari maka tidak ada yang mengalami gejala berat.

"Dilihat dari gejalanya juga sudah sesuai dengan subvarian Omicron BA.5 yakni batuk, pilek, dan demam, tapi varian ini tidak sampai menyerang bagian pernafasan kecuali memang yang terpapar adalah orang yang sudah mengalami kelainan di paru-paru," jelasnya.

Meski subvarian tersebut sudah masuk, ujar Syahriani tak menjadikan kasus covid 19 menjadi meningkat.

Baca juga: Viral Video Dugaan Penjambretan di Banjarmasin, Polisi Turun Tangan Lakukan Penyelidikan

Baca juga: Banjarmasin Sasirangan Festival 2022 Hadir Kembali Meriahkan Harjad Banjarmasin ke-496

Pada hari ini misalnya ada tambahan 3 pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Kalimantan Selatan.

Data baru ini, membuat prosentase kesembuhan berada di angka 96,96 persen, atau total sebanyak 84.885 orang sudah sembuh dari COVID-19.

Data terbaru satgas penanganan COVID-19 Kalsel juga menunjukkan, ada tambahan 5 kasus baru terdata dan menjadikan kasus COVID-19 aktif berada di angka 0,09 persen.

Dengan kata lain, dari total 87.549 kasus yang terdata sejak Maret 2020, tersisa sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan karantina khusus serta isolasi mandiri.

Sedangkan angka kematian hingga hari ini mencapai 2,95 persen, dengan total sebanyak 2.584 orang dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19 di Kalsel.

Jumlah ketersediaan tempat tidur juga kata Syahriani kini masih terpakai 3,7 persen dari 1200 tempat tidur yang tersedia.

"Batas maksimalnya kan 4,5," tambahnya.

Itupun jelas Syahriani pasien covid 19 kini lebih banyak pasien yang sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit utama misalnya sakit jantung, gula darah, dan paru-paru, sehingga covid 19 hanya penyerta.

Dengan rendahnya kasus harian kata Syahriani pihaknya kini lebih mudah melakukan tracing dengan optimal.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved