News

Kapolda Jateng Buka Suara Soal Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo, Sebut Tidak Ada Unsur Teror

Ini penjelasan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi soal ledakan di Asrama Polisi Grogol Indah Kecamatan Sukoharjo, Jawa Tengah

Editor: Irfani Rahman
tribunnews.com
Polisi berjaga pasacaledakan terjadi di Asrama Polisi Grogol Jawa Tengah. Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi sebut tak ada unsur teror dalam ledakan tersebut 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi buka suara soal ledakan di Asrama Polisi Grogol Indah Kecamatan Sukoharjo, Jawa Tengah. Irjen Ahmad Luthfi pastikan tak ada unsur teror.

Selain itu  Kapolda Jateng menyebutkan bahan-bahan yang meledak tersebut merupakan hasil razia petasan tahun lalu.

Pihaknya pun tengah melakukan penyelidikan tentang kenapa bahan-bahan dibawa korban ke rumah.

Sementara itu korban Bripda Dirgantara  yang saat ini masih dalam perawatan tim medis RS Moewardi Solo.

Baca juga: Ledakan Terjadi di Asrama Polisi di Sukoharjo, Tim Penjinak Bom Turun ke Lokasi

Baca juga: Perempuan di Depok Ini Ditusuk Teman di Leher, Petugas Buru Pelaku, Motif Masih Didalami

Menurut Irjen Ahmad Luthfi, kondisi korban mengalami luka bakar 70 persen dan luka terbuka di kakinya.

"Kondisi korban 70 persen luka bakar, kemudian kakinya ada luka terbuka," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi setelah melakukan pengecekan di lokasi ledakan, di Polsek Grogol, Sukoharjo, Minggu (22/9/2022).

Saat kejadian, korban ditemukan dalam kondisi berlumuran darah akibat terkena ledakan.

Setelah itu, korban pun dilarikan ke RS Indriati Solo kemudian dirujuk RS Moewardi Solo.

Dari penelusuran, ledakan itu terjadi di samping rumah asrama Arumbara, Jalan Larasati Nomor AA 12, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Hasil olah TKP

Dari hasil penyelidikan sementara, paket yang meledak merupakan hasil razia anggota polisi tahun lalu.

"Anggota kita yang hari ini menjadi korban, pernah melakukan razia satu tahun yang lalu," kata dia.

Paket tersebut berisi bahan petasan, bubuk hitam di dua kantong plastik dengan ukuran satu ons, empat bungkus plastik, residu, dan sumbu.

Baca juga: Pelaku Pencurian Uang di Enam ATM di Sukabumi Diciduk, Total Gasak Rp1,9 Miliar

Baca juga: Bau Kaki Tak Nyaman, Simak Penyebab Timbulnya Bau yang Perlu Diketahui

Diduga bahan petasan itu dibawa Bripda Dirgantara setelah melakukan razia di kawasan Jurug, Kota Solo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved