Religi

Ustadz Abdul Somad Beberkan Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW, Simak Perdana Melaksanakan

Besok 27 September 2022 masuk 1 Rabiul Awal 1444 Hijriyah.Umat Islam di seluruh dunia mulai menyiapkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Editor: M.Risman Noor
Youtube Ustadz Abdul Somad Official
Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Besok 27 September 2022 masuk 1 Rabiul Awal 1444 Hijriyah.

Saat ini umat Islam di seluruh dunia mulai menyiapkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau disebut juga Maulid Nabi Muhammad.

Ustadz Abdul Somad menceritakan awal mulai dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan, Maulid pertama kali dibuat Raja al Muzhaffar Abu Sa'id Kukbury Ibn Zainiddin Ali Ibn Baktakin yang wafat 630 H.

Sebab pendapat ini sumbernya jelas dan terpercaya yaitu dari kitab yang ditulis Imam As Suyuthi "al Hawy li al Fatawy" juz 1 halaman 272.

Siapa Raja al Muzhaffar Abu Sa'id Kukbury Ibn Zainiddin Ali Ibn Baktakin?

Baca juga: Pencernaan Bermasalah? Jangan Khawatir, Coba Resep Alami dr Zaidul Akbar

Baca juga: Hukum Laki-laki Pakai Emas Kadar Kecil, Begini Penjelasan Buya Yahya

Ustadz Somad menyampaikan, menurut Ibnu Katsir, Raja al Muzhaffar merupakan seorang raja yang pemberani, cerdas, berilmu dan adil.

Raja al Muzhaffar pernah memberikan 1000 dinar atau sekitar Rp 2,5 Miliar kepada Syaikh Abu al Khattab bin Dihyah, penulis kitab at Tanwir fi Maulid al Basyir an Nadzir.

Imam Sabth Ibnu al Jauzi menyatakan, Raja al Muzhaffar bersedekah waktu maulid, lima ribu kambing panggang, 10 ribu ekor ayam, seratus kuda, seratus ribu keju 30 ribu piring manisan.

Adapun isi dari acara Maulid sendiri, yang pertama, membaca al Quran, kemudian membaca kisah riwayat nabi muhammad SAW dan terakhir makan.

"Orang yang melakukannya dapat pahala, kenapa? Karena dia mengangungkan Nabi dan menunjukkan kebahagiaan," kata Ustadz Somad.

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kotabaru beberapa tahun lalu.
Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kotabaru beberapa tahun lalu. (Dok Pribadi)

Hukum Maulid Nabi Muhammad SAW

Ustadz Abdul Somad dalam buku 37 Masalah Populer mengatakan, dalam Fatâwa al-Azhar dinyatakan oleh Syekh ‘Athiyyah Shaqar bahwa menurut Imam al-Suyuthi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dan Ibnu Hajar al-Haitsami memperingati maulid nabi itu baik, meskipun demikian mereka mengingkari perkara-perkara bid’ah yang menyertai peringatan maulid.

Pendapat mereka ini berdasarkan kepada firman Allah Swt dalam al Quran Surah Ibrahim ayat 5.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved