Ekonomi dan Bisnis

BBM Naik, Biaya Pengiriman Gula ke Kalsel Naik Hingga Rp 20 Ribu per Ton

Kenaikan harga BBM berimbas terhadap meningkatnya biaya pengiriman gula ke beberapa daerah di Kalimantan Selatan bertambah

Penulis: Noorhidayat | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat
Mariatul Adawiyah saat melakukan pengecekan di gudang gula Koperasi Harum Manis, di Jalan Belitung, Banjarmasin, Selasa (27/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan harga BBM rupanya sudah membuat biaya pengiriman gula ke beberapa daerah di Kalimantan Selatan bertambah.

Kenaikan sendiri, antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per ton gula pasir.

Sekretaris Koperasi Harum Manis, Penyalur Gula Kalimantan Selatan, Mariatul Adawiyah menyampaikan, kenaikan sendiri sudah terjadi pasca beberapa hari kenaikan BBM.

"Tergantung jarak, kalau dekat kenaikannya Rp10 ribu saja, kalau jauh seperti Tanah Bumbu, itu sampai Rp 20 ribu per ton nya," sebut Bu Atul sapaan akrabnya, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Stok Gula Pasir di Banjarmasin Aman, Harga Tetap Stabil

Baca juga: Harga Gula Pasir Meningkat Drastis di Kalimantan Selatan, Beras Ikutan Naik

Meskipun biaya ekspedisi naik, namun tidak berpengaruh terhadap gula, dikarenakan naiknya ekspedisi tidak begitu signifikan.

"Malah ini harga gula turun dari bulan Agustus kemarin sempat Rp 12.600 sampai Rp12.700 an. Sekarang harga kami untuk pedagang di pasar Rp 12.500," katanyam

Atul membeberkan, pihaknya sudah ada mendengar rencana biaya pengantaran dari Surabaya, Jawa Timur, ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan bakal dinaikkan.

"Dari ekspedisi ada menyampaikan bahwa akan ada kenaikan biaya pengantaran, tapi belum tau berapanya, kemungkinan mulai awal Oktober ini," paparnya.

Sekedar diketahui, setiap bulannya, Koperasi Harum Manis menyalurkan gula sebanyak 650 ton per bulannya.

"Jika dihitung 25 hari kerja dalam satu bulan, berarti rata-rata per harinya 25 ton sampai 26 ton gula yang disebarkan di Kalsel," imbuhnya.

Baca juga: Harga Gula Pasir Kembali Naik, Dinas Perdagangan Kalsel Sebut Belum Musim Panen Tebu

Sementara itu, harga gula di beberapa pasar tradisional disampaikan Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Rakhman Norrahim, masih diharga Rp 14 ribu per kilogramnya.

"Memang ada sedikit perbedaan harga di beberapa pasar tradisional, tapi rata-rata diharga Rp 14 ribu," singkatnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved