Tabalong Terdepan

Berhasil Kendalikan Inflasi, Tabalong Dapatkan Alokasi DID Rp 10,68 Miliar dari Kemenkeu

Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani, berhasil tekan inflasi sehingga pemkab dapat reward Rp 10,68 miliar dari Kemenkeu dan jadi narsum di TPID Kalsel.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
PROKOPIM PEMKAB TABALONG
Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani, didaulat menjadi salah satu narasumber pada High Level Meeting TPID Kalsel di Hotel Best Westren Kindai Hotel, Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (27/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong dalam mengendalikan inflasi lewat berbagai program yang dijalankan, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Melalui Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, Pemkab Tabalong menerima reward berupa kucuran Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 10,68 miliar. 

Pemberian DID sebagai hadiah dari kinerja Pemkab Tabalong yang sukses menekan inflasi di Bumi Sarabakawa dari Mei hingga Agustus 2022.

Dari seluruh Indonesia, pemberian alokasi DID terkait keberhasilan menekan inflasi ini hanya diberikan untuk 11 provinsi, 15 kabupaten dan 15 kota.

Pemerintah Kabupaten Tabalong termasuk dari 15 daerah itu dan satu-satunya di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dapatkan DID sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 140/PMK.07/2022.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani narasumber pada High Level Meeting TPID Kalsel.
Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani, menjadi salah satu narasumber pada High Level Meeting TPID Kalsel di Hotel Best Westren Kindai Hotel, Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (27/9/2022).

Keputusan ini disampaikan Menkeu, Sri Mulyani, dalam Konferensi Pers APBN KiTa September 2022 .

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tabalong, Mochammad Zainal Arifin, saat dikonfirmasi, Selasa (27/9/2022), membenarkan didapatkannya DID karena kinerja dalam pengendalian inflasi tersebut.

"Ini apresiasi terhadap kabupaten yang berhasil kendalikan inflasi, di Kalsel ini Tabalong satu-satunya yang dapatkan," katanya.

Berdasarkan petunjuk dari PMK, lanjut Zainal, DID tahun berjalan sebesar Rp 10, 68 miliar tersebut akan digunakan untuk percepatan pemulihan ekonomi di daerah.

Di antaranya adalah untuk perlindungan sosial, seperti bantuan sosial, dukungan dunia usaha terutama usaha mikro, kecil,dan menengah.

Juga untuk upaya penurunan tingkat inflasi dengan memperhatikan pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan serta penyandang disabilitas.

Sementara itu, dengan keberhasilan mengendalikan inflasi ini, membuat Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani didaulat menjadi salah satu narasumber pada High Level Meeting TPID Provinsi Kalsel, Selasa (27/9/2022), di Hotel Best Westren Kindai Hotel.

Bupati jadi narasumber bersama dengan Deputi Moneter Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ferry Irawan, Kepala BPKP Provinsi Kalsel, Rudy Harahap, dan Kepala Kanwil Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulaimansyah.

Dalam acara yang diinisiasi TPID Provinsi Kalsel dan Bank Indonesia Perwakilan Kalsel ini, serta dihadiri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Bupati Tabalong memberikan tentang tips yang bisa dilakukan dalam upaya pengendalian inflasi di daerah.

Diketahui, Kabupaten Tabalong untuk bulan Agustus 2022, dari tiga sampel perhitungan di Kalsel, angka inflasinya terendah sebesar 4,36 persen.

Dalam paparannya, Bupati membagikan strategi yang sudah dilakukan Pemkab Tabalong dalam pengendalian inflasi di daerah melalui konsistensi, komitmen dan pemahaman yang cukup tentang inflasi.

Dalam rangka menekan inflasi pasca penyesuaian harga BBM juga, Pemkab Tabalong sedang menyusun beberapa strategi.

Di antaranya, menyiapkan pasokan pangan, operasi pasar terbatas serta inovasi lainnya yang diharapkan menjaga kestabilan harga pangan yang menyebabkan inflasi tidak terkendali. (AOL/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved