Ekonomi dan Bisnis

Calon Jemaah Umrah Kalsel Terpaksa Keluar Daerah Demi Dapat Vaksin Meningitis

Calon jemaah umrah dari Jalan A Yani Km8, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalsel, cari-cari vaksin menangitis ke Banjarmasin dan Batulicin.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
Manasik umrah. 

BANJARMASINSPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kondisi vaksin meningitis untuk keberangkatan jemaah umrah masih langka. Bahkan, beberapa calon jemaah terpaksa harus melakukan vaksin di luar daerah.

Seperti diceritakan oleh Rismawati, warga Jalan A Yani Kilometer 8, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (7/9/2022).

Susah sejak minggu kemarin, dia mencoba mencari vaksin di Kota Banjarmasin dan ternyata kosong.

"Karena mau berangkat tanggal 6 Oktober 2022, jadi saya cari di online yang tersedia. Alhamdulillah saya dapat dan sudah vaksin di Palangkaraya," cerita Rismawati, Selasa (27/9/2022).

Untuk warga yang mau vaksin, lanjutnya, minimal harus lebih dari 10 hari. Kalau mendadak sebelum 10 hari juga tidak bisa dan terpaksa harus ditunda.

Baca juga: Jelang Puncak Harjad ke-496 Banjarmasin, Jalan RE Martadinata Ditutup

Baca juga: Penjabat Sekda Kabupaten Tapin Respon Kendala Pencairan Dana dari Pemerintah Pusat

Menurutnya, untuk harga tiket standar dengan harga sekitar Rp 305 ribu.

"Kemarin sempat cek, di Batulicin ada. Namun kemudian langsung habis. Setelah itu, kami cari lagi di online lalu dapat di Palangkaraya. Kami daftar dan vaksin sesuai tanggal yang dijadwalkan," kata dia.

Bukan hanya dia saja, setelah dia, juga ada rombongan dari Anjir Kabupaten Banjar yang sama datang ke Palangkaraya hanya untuk vaksin miningitis guna melengkapi persyaratan keberangkatan umrah.

"Saya memang terbiasa umrah. Cuma sudah dua tahun karena pandemi tidak berangkat. Lalu saya kangen dan mau berangkat lagi di tanggal 6 ini," cerita dia.

Manajer Operasional Kaltrabu Tour & Travel Muhammad Arifudin, mengakui bahwa saat ini vaksin Miningitis di Banjarmasin mengalami kelangkaan.

Baca juga: Bakal Kirim Surat ke Dishub Kalsel, DPC Organda Banjarbaru Minta Halte di Trayek ini Ditiadakan

Baca juga:  Terlambat Panen, Petani di Kuin Kacil Banjarmasin Keluhkan Cuaca dan Hama

"Hampir di semua klinik menyatakan bahwa stok vaksin kosong. Mengingat Keberangkatan dari travel kami cukup dekat yaitu di tanggal 6-7-10 Oktober, Maka memang sebagian jemaah yang belum vaksin miningitis ada yang berinisiatif untuk melakukan vaksinasi di luar daerah seperti di Palangkaraya yang masij ada menyediakan stok vaksin mkningitis," jelasnya.

Dijelaskan Arif, biaya operasional vaksinasi miningitis, adalah di luar dari harga paket, artinya dana dari masing-masing calon jemaah.

Untuk biaya, harga paket umrah per Agustus 2022 ada kenaikan yang cukup ekstrim untuk tiket pesawat Garuda Indonesia, sekitar Rp 2,3 juta.

"Awal keberangkatan Agustus harga sekitar Rp32 juta. Setelah ada informasi kenaikan harga dari Garuda Indonesia menjadi Rp 33 juta - Rp 34,5 juta (harga di awal September)," kata dia.

Dibeberkannya, dengan tarif Rp 33,7 juta itu, meliputi, tiket, visa, bus AC, hotel di dekat Masjidil Nabawi dan Masjidil Haram, pelengkap ibadah hingga bimbingan manasik.

Baca juga:  Toko Bangunan di Pasar Lima Banjarmasin Ambruk, Terjadi Saat Berlangsung Perbaikan

Baca juga: Sorot Longsor Tambang Emas Kotabaru, Ketua DPRD Minta Pemerintah Daerah Segera Lakukan Penataan

Hingga pada pertengahan September 2022, kata dia, harga kembali disesuaikan naik ke angka Rp 35,7 juta.

"Kenaikan ini sudah diberikan subsidi oleh Manajemen Kaltrabu, sebesar Rp1,3 juta per orang," kata dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved