Berita Kabupaten Banjar

Calon Panwaslu Kecamatan di Kabupaten Banjar Ini Kaget NIK-nya Masuk Daftar Parpol

Calon pendaftar anggota Panwascam dari Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar kaget nama dan NIK di KTP-nya masuk Sipol jadi anggota parpol.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar, Fajeri Tamzidillah, memantau pendaftaran calon panitia pengawas pemilu untuk tingkat kecamatan (Panwascam). 

BANJARMASINSPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pendaftar calon panitia pengawas pemilu (panwaslu) kecamatan di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dibuat kaget.

Itu karena Nomor Induk Kependudukannya (NIK) di KTP tercatat dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) (Sipol) sebagai anggota partai politik (parpol).

Video pendaftaran panwascam di Kabupaten Banjar:
https://www.facebook.com/bpostonline/videos/762258844836009/

Otomotis, keinginan menjadi pengawas pemilu terganjal, sebelum NIK di Sipol itu terhapus.

Karena, persyaratan mendaftar sebagai calon anggota Panwaslu Kecamatan, Panwas Kelurahan dan Pengawas TPS adalah bukan anggota parpol.

Baca juga: 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin Belum Ditahan, Ini Alasan Kejati Kalsel 

Baca juga: Tak Kooperatif, Penyidik Ditreskrimsus Polda Kalsel Kejar Terduga Perekam Video Asusila Sesama Jenis

Itulah yang dialami seorang warga Kecamatan Beruntung Baru yang mendaftar di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banjar, Selasa (27/9/2022).

Padahal, pengalaman sebagai pengawas Pemilu pada 2019 dan pengawas Pilkada pada 2020 lalu, NIK tidak tercantum dalam Sipol.

"Saya tidak pernah terlibat dalam kegiatan partai politik," ujar Ardiansyah, pendaftar calon Panwascam Kabupaten Banjar dari Kecamatan Beruntung Baru.

Warga Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, ini segera saja mendatangi KPU Kabupaten Banjar untuk meminta agar NIK yang tercantum dalam Sipol dihapuskan.

"Saya mengikuti prosedurnya ke KPU Kabupaten Banjar untuk memberitahukan NIK saya supaya  dihapus dari Sipol," katanya yang mengaku tak ingin menggugat secara pidana atas kasus dugaan pencatutan NIK dalam Sipol. 

Baca juga: Calon Jemaah Umrah Kalsel Terpaksa Keluar Daerah Demi Dapat Vaksin Meningitis

Baca juga: Bakal Kirim Surat ke Dishub Kalsel, DPC Organda Banjarbaru Minta Halte di Trayek ini Ditiadakan

Sedangkan pendaftar calon Panwascam Kabupaten Banjar dari Martapura, Ruzaidin, mengaku senang karena nama dan NIK-nya tidak terdaftar dalam Sipol. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar, Fajeri Tamzidillah, menjelaskan, anggota panwascam yang lolos seleksi akan diumumkan untuk mendapatkan tanggapan dari masyarakat.

Sebab, persyaratan anggota Panwascam adalah sekurangnya lima tahun tidak aktif atau bukan anggota parpol selama lima tahun.

"Artinya, jika ada temuan atau informasi masyarakat, yaitu pernah menjadi simpatisan parpol atau anggota parpol dua atau tiga tahun yang lalu, jelas akan kami proses dan diberhentikan," tegasnya.

Sebelumnya, Fajeri Tamzidillah mengaku menerima laporan  masyarakat yang protes karena NIK masuk dalam Sipol.

Baca juga:  Toko Bangunan di Pasar Lima Banjarmasin Ambruk, Terjadi Saat Berlangsung Perbaikan

Baca juga: Update Longsor Tambang Emas Kotabaru Kalsel, 6 Penambang Ditemukan Meninggal, 4 dalam Pencarian

"Data penolakan itu sudah kami serahkan ke KPU Kabupaten Banjar untuk dihapuskan dalam Sipol," tandas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved