Berita HST

Ngadu ke DPRD HST, Ini Alasan Pedagang Ayam Pasar Keramat Minta Dispensisi Jualan di Pinggir Jalan

Pedagang Ayam di Pasar Keramat Minta Dispensisi Berjualan di Pinggir Jalan karena tempat mereka berdagang sangat sempit

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pedagang Ayam di Pasar Keramat Barabai saat ngadu ke DPRD HST. Mereka meminta dispensisi berjualan di pinggir jalan, Selasa (27/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-Para pedagang ayam potomh di Pasar Keramat Barabai yang kini dipindahkan ke Pasar Agrobisnis Modern Barabai menyatakan siap saja menaati aturan pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Namun, mereka meminta agar tempat yang disediakan layak untuk ditempati, dalam arti cukup menampung barang dagangan maupun penjualnya.

Selain itu air bersih agar tersedia, termasuk saluran airnya agar tidak becek dan membuat pembeli tergelincir.

Perwakilan pedagang ayam, Fahrul  Ridwan mengatakan saat ini tempat yang tersedia sangat sempit. Lapak dalam satu  blok ada 10 petak, ukuran panjang 1 meter lebar 50 meter.

"Tentu saja ini tidak cukup menampung barang kami. Kalau untuk 10 ekor ayam mungkin cukup. Sedangkan ayam yang kami bawa sampai sampai ratusan ekor. Jadinya kami yang berjualan  tidak punya space dan hanya bisa berdiri di petak tersebut,"kata Fahrul ditemui usai aspirasi ke DPRD HST, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Mengadu ke DPRD HST, Pedagang Ayam Potong Minta Dispensasi Berjualan di Pinggir Jalan Selama Sebulan

Baca juga: Belanja Digital di Pasar Keramat Barabai, Klik Saja Website Pasar.id

Seharusnya jelas Fahrul dan pedagang lainnya pemerintah daerah juga sebelum melaksanakan kebijakannya, menyediakan meja-meja yang bisa digunakan untuk menaruh barang dalam hal ini ayam. Juga menyediakan sarana air bersih.

"Terus terang lingkungan di pasar Agro bisnis sendiri sangat becek karena tersumbatnya saluran air. Bahkan ada warung makan di sekitarnya, menurut kami justru menjadi pemandangan kumuh, di tengah barang jualan basah,"katanya.

Kondisi tersebut menurut Fahrul yang melatarbelakangi para pedagang ayam potong meminta dispensasi berjualan di luar pasar agrobisnis atau di pinggir jalan. Sebab, selama bulan maulid Nabi permintaan ayam potong pun meningkat.

Baca juga: Mubazir, Begini Kondisi Bangunan di Blok G Pasar Keramat Kota Barabai Kalsel

Sementara untuk menyediakan dalam jumlah banyak pihaknya terkendala petak yang sangat sempit.

"Kalau untuk tertib kami siap saja. Tapi kami memohon pemerintah daerah juga memahami kondisi kami saat ini. Karena bulan Maulid lah kami kesempatan kami menjual lebih banyak ayah untuk kebutuhan masyarakat,"kata Fahrul. (Banjarmasinpost.co.id/hanani)

Caption :
Perwakilan pedagang ayam saat sampaikan aspirasi ke DPRD HST, meminta dispensasi untuk dibolehkan berjualan di pinggir jalan selama 1 bulan. Banjarmasin Post/Hanani

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved