Penembakan di Rumah Kadiv Propam

Peranan Ipda Arsyad Terungkap di Sidang Etik Terkait Tewasnya Brigadir J, Kini Demosi 3 Tahun

Peranan Ipda Arsyad terungkap dalam sidang etik mabes Polri seiring tewasnya Brigadir J. Ipda Arsyad menerima putusan demosi 3 tahun.

Editor: M.Risman Noor
istimewa
Peran Ipda Arsyad Daiva Gunawan dalam kasus kematian Brigadir J akhirnya terungkap. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Peranan Ipda Arsyad terungkap dalam sidang etik mabes Polri seiring tewasnya Brigadir J. Ipda Arsyad menerima putusan demosi 3 tahun.

Ipda Arsyad Daiva Gunawan dalam kasus kematian Brigadir J dianggap tidak profesional menangani kasus kematian Brigadir J.

Mantan Kasubnit I Unit I Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Arsyad dijatuhi hukuman demosi setelah menjalani sidang komisi kode etik Polri (KKEP) pada Senin (26/9/2022).

“Sanksi administratif berupa mutasi bersifat demosi selama 3 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma (Pelayanan Markas) Polri,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Sidang KKEP juga menyatakan Ipda Arsyad Daiva Gunawan melakukan perbuatan tercela.

Dia terbukti melanggar Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Negara Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 Huruf C, Pasal 10 ayat 1 Huruf D dan Pasal 10 ayat 2 Huruf H Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Selain sanksi demosi, Ipda Arsyad Daiva Gunawan juga wajib meminta maaf secara lisan dan tertulis kepada institusi dan pimpinan Polri, serta menjalani pembinaan.

Baca juga: Pencuri Bobol SMPN 2 Jorong Kabupaten Tanahlaut Kalsel, Komputer Hingga Gorden Digasak Pelaku

Baca juga: Cegah Kriminalitas, Polsek KPL Banjarmasin Tingkatkan Patroli di Pelabuhan TPI Banjar Raya

“Kewajiban pelanggar untuk mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama satu bulan,” ujar Nurul.

Atas keputusan ini, Ipda Arsyad Daiva Gunawan menyatakan menerima dan tidak mengajukan banding.

Lantas, apa peran Ipda Arsyad sebenarnya dalam kasus kematian Brigadir J?

Datang pertama ke TKP

Peran Ipda Arsyad Daiva Gunawan di kasus kematian Brigadir J terungkap baru-baru ini.

Polisi menyebut, Ipda Arsyad Daiva Gunawan merupakan polisi yang datang pertama kali ke tempat kejadian perkara ( TKP) penembakan Yosua.

Kendati demikian, polisi tak merinci soal tindakan tidak profesional apa yang dilakukan Ipda Arsyad Daiva Gunawan saat berada di TKP.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved