Berita Bisnis

Petani Gagal Panen, Diprediksi Banjarmasin Krisis Beras Lokal pada 2023

Gagal panen di beberapa daerah penghasil beras lokal di Kalsel pada tahun 2022, mengakibatkan Banjarmasin terancam krisis beras lokal.

Penulis: Noorhidayat | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/noorhidayat
Sudiman Saleh saat memperlihatkan jenis-jenis beras di toko tempatnya berkerja di Pasar beras di Jalan Pasar Pagi Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Akibat terjadinya gagal panen di beberapa daerah penghasil beras lokal di Kalimantan Selatan pada tahun 2022, Banjarmasin terancam krisis beras lokal tahun 2023 mendatang.

Hal itu diungkapkan Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Rakhman Norrahim, setelah dirinya sempat bertemu beberapa petani penghasil beras lokal seperti jenis unus dan mayang di beberapa daerah.

"Penyebabnya karena tahun ini lagi musim gagal panen, daerah pemasok beras lokal seperti Aluh-Aluh, Anjir, Martapura atas, Pamangkih, dan lainnya, hampir rata-rata gagal panen 70 persen,' ucap Rakhman, Senin (26/9/2022).

Rakhman menyampaikan, di tahun 2022 ini saja stok beras jenis unus dan mayang adalah hasil panen tahun 2022.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Mulai Berimbas ke Harga Telur Ayam di Pasaran Banjarmasin

Baca juga: Memasuki Bulan Maulid, Harga Daging Ayam di Banjarmasin Mulai Naik

"Kalau tahun 2022 gagal panen, berarti kan jelas, tahun 2023 Banjarmasin dipastikan krisis beras lokal seperti unus dan mayang," tegasnya.

Dari pantauan Bidang Perdagangan, Rakhman menerangkan, saat ini saja untuk harga beras jenis unus mayang, sudah mulai melonjak naik hampir 40 persen.

Hal itu diiringi stok beras unus mayang hasil panen 2021 yang sudah menipis.

Benar saja, pantauan Banjarmasinpost.co.id di Pasar Beras Jalan Pasar Pagi, di toko beras, harga perkarungnya atau per 50 liter beras jenis tersebut sudah diharga Rp 650 ribu.

"Sebelumnya harga perkarungnya hanya Rp 500 ribu sampai Rp 550 ribu saja," sebutnya.

"Berarti sekarang perliter nya sudah Rp 13 ribu, itu kalau beli perkarung, berarti lebih mahal lagi kalau beli per liter di warung-warung," ucap pegawai toko beras, Sudiman Saleh atau yang kerap disapa Abah Tami.

Baca juga: Kadin Kalsel Merespons Positif Keppres Nomor 18 Tahun 2022

Abah Tami juga membeberkan, stok jenis unus mayang di tempatnya sudah sangat menipis.

"Kalau normal seperti biasa, paling lama satu pekan kedepan habis," ujarnya.

Menurutnya, harga beras yang mulai naik ini dikarenakan sudah tidak ada masuknya beras siam atau ganal.

"Coba kalau itu ada, mungkin tidak akan naik seperti ini, karena ada pembanding atau pilihan lain," imbuhnya.

Lebih lanjut Abah Tami membeberkan, untuk menutupi kekosongan beras jenis unus mayang, pihaknya bahkan sudah mengirim beras dari Sulawesi Selatan sebanyak dua kontainer

"Baru saja datang beras Sulsel dua kontainer, harganya lebih murah dan tentu untuk mencukupi pasokan dikarenakan beras unus mayang kosong," tandasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved