Breaking News:

Berita Banjarmasin

Ratusan Mahasiswa di Banjarmasin Ikut Webinar Dunia Digital yang Aman dan Nyaman

Penggunaan aplikasi digital untuk menghindari hoaks yang beredar menjadi bahasan Webinar Literasi Digital bertema “Dunia Digital yang Aman dan Nyaman”

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Eka Dinayanti
tangkapan layar
Webinar Dunia Digital Yang Aman dan Nyaman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seiring perkembangan zaman tentunya digitalisasi tidak terhindarkan, tetapi pentingnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan aplikasi digital untuk menghindari hoaks yang beredar.

Hal ini menjadi bahasan dalam Webinar Literasi Digital bertema “Dunia Digital yang Aman dan Nyaman” yang dilaksanakan Titik Fokus Karya dan Jawara Internet Sehat 2022 (26/09/2022).

Salah seorang narasumber Mursalin, Dosen UIN Antasari Banjarmasin dan Pegiat Literasi Digital Titik Fokus Karya, mengatakan berbagai penyebab informasi hoaks mudah tersebar karena malasnya dalam mencari informasin yang benar.

"Menyebarnya berita hoaks karena malas mencari tahu kebenaran informasi, banyak yang memilih diam dan acuh, lebih senang dengan cuitan tokoh publik daripada pendapat pakar, cenderung memilih informasi yang sesuai dengan asumsinya, hanya membenarkan apa yang dipercayai sejak awal, asal bicara meski bukan pakarnya,” ungkap Mursalin.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Mulai Berimbas ke Harga Telur Ayam di Pasaran Banjarmasin

Baca juga: Memasuki Bulan Maulid, Harga Daging Ayam di Banjarmasin Mulai Naik

Muhammad Ridha selaku Ketua Titik Fokus Karya dan Jawara Internet Sehat 2022 saat memberikan sambutan menyebut berdasarkan data Kominfo indeks literasi digital Indonesia berada di kategori sedang, yaitu 3,49 dari skal 5,00.

Selain itu, menurut Ridha kunci dari hal tersebut dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang digital.

Hal tersebut dilakukan dengan cara penguatan secara sistematis, bekelanjutan, melalui workshop, seminar, dan sebagainya dalam mengoptimalkan era digital secara aman dan nyaman.

Webiner Titik Fokus Karya dan Jawara Internet Sehat 2022 tersebut didukung oleh Kominfo dan ICT Watch dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Banjarmasin.

Muhammar Noval, Direktur Galeri Investasi Syariah UIN Antasari Banjarmasin mengatakan, pentingnya memahami keunggulan dan kelemahan aplikasi yang akan digunakan serta membaca dengan seksama deskripsi atau penjelasan yang telah dicantumkan.

"Digital Financial Literacy merupakan kunci untuk aman dan nyaman dalam melakukan transaksi ekonomi di era digital," jelasnya.

Terpisah, Enny Tridha Rahmina, Jawara Internet Sehat 2022 memberikan tips untuk melindungi akun pribadi di era digital.

Baca juga: Kejaksaan Negeri Tapin Beri Pendampingan Hukum dan Pengendalian Inflasi Daerah

Baca juga: Kebakaran di Desa Linuh Tapin Masih Belum Diketahui Penyebabnya

"Memahami dengan baik antara data pribadi yang bersifat umum dan khusus menjadi Langkah awal untuk mengamankan data pribadi di era digital. Selanjutnya, gunakan password yang kuat, aktifkan verifikasi dua Langkah, hindari mengakses data-data penting atau bertransaksi saat menggunakan wifi publik dan selektif dalam memberikan informasi-informasi pribadi di media digital," imbuhnya.

Sedangkan Yogi Ilmawan Ketua DEMA UIN Antasari Banjarmasin, mengatakan pentingnya aktor yang berperan aktif dalam meluruskan dan mengklarifikasi informasi-informasi yang beredar di masyarakat, utamanya mahasiswa.

Menurut Yogi, mahasiswa mempunyai peluang besar dalam memberikan klarifikasi terhadap informasi yang disampaikan pemerintah kepada masyarakat dan informasi dari masyarakat kepada pemerintah karena mahasiswa sebagai insan intelektual memiliki tanggung jawab sosial dan moral.

"Literasi digital adalah kunci untuk merealisasikan peran itu secara optimal," tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/mia maulidya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved