Longsor di Tambang Emas Kotabaru

Sorot Longsor Tambang Emas Kotabaru, Ketua DPRD Minta Pemerintah Daerah Segera Lakukan Penataan

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis meminta Pemerintah daerah segera melakukan penataan kawasan tambang emas di Sungai Durian

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
Kolase Banjarmasinpost
Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis. (Kanan) lokasi longsor tambang emas di Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU -  Longsor tambang emas rakyat di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan yang menelan korban jiwa amenjadi sorotan anggota DPRD Kotabaru.

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis mengatakan, insiden tanah longsor menelan korban jiwa terjadi di Desa Buluh Kuning yang kali kedua setelah kejadian pada tahun 2020 silam.

"Tentu ini kejadian yang terulang kembali," ujarnya melalui telepon genggam kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (27/9/2022).

Menurut Syairi, dengan kejadian yang kali keduanya ini, seyogyanya sudah menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah.

Baca juga: BREAKING NEWS - Longsor di Tambang Emas di Desa Buluh Kotabaru Tewaskan Empat Penambang

Baca juga: Ini Data 15 Korban Longsor di Tambang Emas Kotabaru Kalsel, 3 Penambang Meninggal dari Pelaihari

"Hari ini fokus dulu terhadap penanganan korban. Kita berdoa Semoga tidak terlalu banyak korban yang berjatuhan," kata Syairi.

Ia pun berharap kedepan ada langkah diambil, sebab tambang emas tersebut tambang ilegal. Sehingga harus dilakukan penataan.

Tujuannya, agar tambang tersebut tidak menimbulkan bencana yang lebih besar.  Insiden ini, tentu menjadi PR bagi pemerintah.

"Sesegeranya dilakukan pendataan kedepan," terang Syairi.

Informasi diterimanya, kegiatan penambangan di sana berjumlag 2.000 orang.

"Didata kemudian nanti harus diambil langkah-langkah," ujarnya.

Baca juga: Update Longsor Tambang Emas Kotabaru Kalsel, 6 Penambang Ditemukan Meninggal, 4 dalam Pencarian

Baik langkah penertiban, pengrelokasian atau penataan. Bagaimana tambang yang ilegal bisa diarahkan ke arah yang lebih bagus lagi penambangannya dengan perizinan yang resmi.

"Mudah-mudahan musibah ini jadi pelajaran bagi kita semua," tandasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved