Ekonomi dan Bisnis

Harga Beras Lokal Naik Lagi, Perum Bulog Kalsel Minta Warga Tak Panik

Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Kalsel meminta warga tak panik terkait naiknya harga beras lokal

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Penjual beras lokal di Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Munculnya kekhawatiran menipisnya stok beras lokal yang berimbas terhadap naiknya harga beras disikapi Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), M. Imron Rosyidi meminta masyarakat untuk tidak panik.

"Terkait harga, kami  terus menjaga stabilitas harga pangan, termasuk melaksanakan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui Operasi Pasar di seluruh wilayah Kalsel,"katanya, Rabu (28/9/2022).

Disampaikanya, terhitung sejak mulai awal tahun hingga pekan ke-3 September ini, Bulog telah mendistribusikan sebanyak 4.300 ton beras.

Baca juga: Pasokan Beras Lokal di Kalsel Mulai Berkurang, Pedagang Datangkan dari Jawa dan Sulawesi

Baca juga: Petani Gagal Panen, Diprediksi Banjarmasin Krisis Beras Lokal pada 2023

Baca juga: Terdampak Kenaikan BBM, Kini Harga Sejumlah Bahan pokok Termasuk Beras di kalsel Naik

Diantaranya, di Banjarmasin sebanyak 2.000 ton, Kantor Cabang Barabai sebanyak 2.000 ton dan Kantor Cabang Pembantu 313 ton.

Tak hanya itu, Operasi Pasar pun terus dilakukan demi menjaga harga beras di pasaran agar tidak terjadi lonjakan di tengah masyarakat.

Diapun menjamin soal stok beras. Termasuk soal antisipasi gejolak harga.di tingkat konsumen.

“Dapat kami pastikan. Jadi masyarakat jangan khawatir, Bulog Kanwil Kalsel menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada kenaikan harga," ujar Imron.

Ditambahkannya, kenaikan harga ini dikarenakan oleh faktor kenaikan harga BBM dan memasuki musim kemarau.

Pihak Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap stabil atau tidak mengalami lonjakan.

Selain memiliki jaringan infrastruktur kantor dan gudang yang tersebar sampai ke pelosok tanah air, Bulog sendiri sudah memiliki gudang retail modern sebagai pusat distribusi serta penjualan secara retail.

"Kamu juga memastikan seluruh jaringan yang bekerja sama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara offline maupun online," lontarnya.

Terpisah, pemilik usaha beras lokal ‘Utuh Agak Diang Bungas’ di Kabupaten Banjar, Adiansyah, kepada banjarmasinpost, memang ada perubahan dari kenaikan harga sebelumnya.

Ini harga beras lokal kembali naik lagi, dari sebelumnya. Penyebabnya tidak lain karena ada dampak dari harga BBM bersubsidi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved