Berita Banjarbaru

Longsor Tambang Emas Kotabaru, BPBD Kalsel dan BNPB Bersiap Terjunkan Personel 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel juga bakal mendatangi lokasi longsor, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
Basarnas Banjarmasin untuk Bpost
Tim SAR saat berada di lokasi longsor di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Kalsel, Rabu (28/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap para korban tertimbun longsor, di kawasan tambang emas rakyat, Gunung Putri, Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Kalsel.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel juga bakal mendatangi lokasi longsor, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal itu disampaikan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Provinsi Kalsel, M Pormadi Dharma, Rabu (28/9/2022).

"Paling cepat sore ini dan paling lambat besok kami bersama BNPB akan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan penanganan," katanya.

Baca juga: Merantau Sejak Remaja, Korban Longsor Tambang Emas Kotabaru Janji Pulang Jika Punya Uang Untuk Modal

Baca juga: Warga Tala yang Selamat dari Longsor Kotabaru Trauma, Begini Perjuangannya saat Tertimpa Longsoran

Baca juga: Polda Kalsel Kerahkan Brimob dan Samapta Cari Korban Longsor di Tambang Emas Kotabaru

Dia menyebutka tim dari BPBD Kalsel dan BNPB nantinya melibatkan delapan orang, untuk membantu Tim Sar gabungan yang telah lebih dulu ke lokasi langsong.

Menurutnya akses jalan menuju lokasi longsor menjadi kendala saat melakukan penanganan para korban.

Bila berjalan kaki, memerlukan waktu lebih kurang selama tujuh jam, sementara menaiki roda dua sekira tiga jam.

"Kendalanya karena akses menuju lokasi longsor yang jauh dan susah karena medan bukit," jelasnya.

Selain melakukan pendampingan penanganan, dengan terjun langsung ke lokasi longsor pihaknya juga ujar Dharma bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya.

"Nanti apakah perlu dibuat posko di sana, baru bisa diambil tindakan setelah di lapangan. Menyesuaikan tingkat kedaruratannya," ucapnya.

Dharma menilai tanah longsor itu terjadi karena beberapa faktor, di antaranya tanah yang labil, karena sudah banyak yang digali.

"Ditambah lagi curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakakhir, bisa menjadi faktor penyebabnya juga," terangnya.

Baca juga: Korban Sebenarnya 17 Orang, 5 Orang Masih Dicari di Longsor Tambang Emas Sungai Durian Kotabaru

Berkaitan hal itu juga Dharma mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana.

Tidak hanya tanah longsor, tetapi juga bencana lainnya, misalnya seperti banjir.

"Masyarakat untuk tetap waspada dan selalu memperhatikan peringatan dini cuaca," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)


 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved