Resesi Global

Ancaman Resesi Global Bakal Terjadi, Kepala Organisasi Perdagangan Dunia Ungkap Upaya Pemulihan

Ancaman resesi global bakal terjadi diprediksi susah dibendung. Kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala ungkapkan hal ini.

Editor: M.Risman Noor
THINKSTOCKS
Ilustrasi Resesi Ekonomi. Resesi global diprediksi bakal terjadi. Kepala Organisasi Perdagangan Dunia mengingatkan sejumlah negara untuk melakukan pemulihan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ancaman resesi global bakal terjadi diprediksi susah dibendung. Kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala ungkapkan hal ini.

Bahkan Kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan bahwa dunia saat ini sedang menuju ke dalam resesi.

Hal yang sama nantinya juga bakal melanda negeri Indonesia.

Semua harus bersiap dan mengantisipasi dampak resesi global.

Baca juga: UPDATE Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 29 September 2022, Hari Ini Kalsel Bertambah 7 Orang

Baca juga: Bank Kalsel Talenta Bekali Kaum Milenial Menjadi Tenaga Kerja Profesional

Berbicara dalam pembukaan forum publik tahunan WTO di Jenewa, dia mencatat bahwa Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) telah menurunkan perkiraan pertumbuhan global mereka.

Demikian pula indikator perdagangan pun 'tidak terlihat terlalu bagus'.

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (29/9/2022), benturan krisis seperti melonjaknya harga pangan, melonjaknya biaya hidup dan krisis energi, yang pertama dipicu oleh pandemi virus corona (Covid-19) kemudian diperparah oleh konflik antara Rusia dan Ukraina, telah menciptakan kondisi untuk resesi global.

"Saya pikir resesi global, itu yang menurut saya sedang kita tuju. Namun pada saat yang sama, kita harus mulai memikirkan pemulihan, kita harus memulihkan pertumbuhan," kata Okonjo-Iweala.

Mantan Menteri Keuangan dan Luar Negeri Nigeria ini menekankan bahwa karena guncangan tersebut 'menghantam negara pada saat yang sama', maka kebijakan radikal akan diperlukan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan.

"Bank sentral tidak memiliki banyak pilihan selain memperketat dan menaikkan suku bunga," jelas Okonjo-Iweala.

Ia pun mengakui bahwa kenaikan suku bunga itu akan berdampak cukup parah pada pasar negara berkembang.

Baca juga: Si Jari Tangguh Dilaunching, Tim Penanganan Bencana Disebar ke Delapan Kecamatan di Balangan 

Okonjo-Iweala pun meminta bank sentral untuk menentukan alasan di balik krisis inflasi.

Saat ini, kata dia, perhatian utamanya adalah memastikan ketahanan pangan dan akses ke energi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WTO Peringatkan Potensi Resesi Global

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved