Berita Banjarmasin

Dinkes Banjarmasin Sebut Anak-anak Penderita Leukimia Cukup Banyak Ditemukan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin sebut kanker yang sering menyerang anak adalah leukimia dan kasusnya banyak ditemukan.

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MIA MAULIDYA
Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kanker darah atau leukimia sering menyerang anak.

Hal ini juga ditemukan di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Melansir dari website Ciputra Hospital, leukimia muncul apabila terjadi masalah pada sumsum tulang belakang.

Kemudian, produksi sel darah putih mengalami peningkatan jumlah dalam tubuh, serta membuat tidak berfungsi dengan maksimal.

Penuturan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Hj Bandiyah Ma'rifah, kanker yang sering terjadi menyerang anak adalah leukimia.

Baca juga: Upaya Lain Disiapkan Pemko Banjarmasin untuk Batalkan Pemindahan Ibu Kota Kalsel

Baca juga: UU No 8 /2022 Terbukti Sesuai Konstitusi, Rifqi : Banjarmasin Tetap Epicentrum Pembangunan Kalsel

Baca juga: BREAKING NEWS - MK Tolak Gugatan, Banjarbaru Tetap Sah Jadi Ibu Kota Kalsel

Berdasarkan data dari rumah sakit rujukan RSUD Ulin, kisaran 140 orang terkena kanker pada anak.

Tetapi karena rujukan rumah sakit provinsi, lanjut dia, sehingga data tersebut mungkin tergabung dengan daerah lain, tidak terkhusus Kota Banjarmasin.

"Data yang kami dapat, penyakit ini tertinggi pada anak adalah leukimia," tambahnya. 

Selain itu, menurut Bandiyah, faktor risiko dari kanker darah atau leukimia ini sulit diketahui kenapa penyebab terjadinya.

"Anak dengan kanker, biasa karena kebiasaan gaya hidup orangtuanya yang tidak sehat. Misal saat kehamilan ibu tersebut tidak menjaga pola asupan gizi, sehingga si ibu mengalami anemia, bisa jadi anak yang lahir ada gangguan organ-organnya," ucapnya.

Baca juga: Penyaluran Dana PKH Bermasalah, Warga Datangi Kantor Desa Karias Dalam Kabupaten HSU

Baca juga: Hari Ketiga Pencarian, Satu Korban Longsor Tambang Emas Kotabaru Ditemukan Tim SAR Gabungan

Baca juga: Warga Cina Jatuh dari Kapal di Tanjung Mangkok Kotabaru Kalsel, Operasi Pencarian Digelar

Kendati begitu, aktivitas dari orangtua yang aktif merokok, menjadi pemicu anak yang dilahirkan sumsum tulang belakang tidak terbentuk sempurna.

"Pembentukan sel darah merah utamanya dari sumsum tulang belakang, apabila tidak terbentuk sempurna akhirnya menyebabkan kanker darah," imbuhnya. 

Selain itu, menurut Bandiyah pada ibu hamil tetap harus dijaga emosionalnya karena apabila stres pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin yang ada dalam kandungannya.

"Untuk ibu hamil dijaga sekali stresnya, dan perbanyaklah makanan yang berprotein tinggi seperti telur," ucapnya.

Ibu hamil yang terdampak stres akan berisiko kepada kelahiran bayinya, terkena depresi, obesitas, massa otot minim, penyakit jantung, dan osteoporosis.

Baca juga: Meninggal Kecelakaan di Tambak Anyar Martapura Kalsel, Motor Pegawai Puskesmas Ini Tabrak Vario

Baca juga: Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa Tamiyang Dilimpahkan ke Penuntut Umum Kejari Tabalong

Baca juga: Satu Sisi di Jalan Longsor di Satui Barat Kabupaten Tanah Bumbu Bisa Dilintasi Mobil

"Bayi yang dilahirkan bisa jadi prematur, bisa lahir prematur dan bayi rentan mengalami gangguan perkembangan saraf dan mengidap autisme, skizofrenia, sampai attention deficit hyperactivity disorder," tambahnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Mia Maulidya)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved