Berita Banjarmasin

Gelar Aksi Kamisan, Sepuluh Massa di Banjarmasin Tuntut Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM

Sepuluh massa menggelar aksi kamisan di Bundaran Hotel A, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
Kamisan Kalsel untuk BPost
Sepuluh massa menggelar aksi kamisan di Bundaran Hotel A, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kamis (29/9/2022) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sepuluh massa menggelar aksi kamisan di Bundaran Hotel A, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kamis (29/9/2022) sore.

Kesepuluh massa itu kompak mengenakan pakaian hitam.

Mereka tampak mengangkat kertas kecil dengan berbagai tulisan bernada sindiran terhadap pemerintah.

Ya, Aksi yang digelar oleh massa Kamisan Kalsel tersebut menuntut agar pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.

Baca juga: Terdampak Kenaikan BBM, Penjualan Pertamax di Unit Bisnis Pertashop Milik Bumdes di Tapin Turun

Baca juga: BBM Naik, Biaya Pengiriman Gula ke Kalsel Naik Hingga Rp 20 Ribu per Ton

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Mulai Berimbas ke Harga Telur Ayam di Pasaran Banjarmasin

Perwakilan Kamisan Kalsel, Surya Wibawa, mengatakan kenaikan harga BBM dinilai telah memberi dampak pada biaya produksi dan distribusi produk pertanian pangan.

Menurutnya, keputusan pemerintah dalam menaikkan tarif BBM sangat memberatkan masyarakat.

Apalagi, kata dia, pemerintah sempat menyebut jika subsidi yang diberikan membebani APBN.

“Cepat atau lambat hal tersebut akan berimbas terhadap semua sektor-sektor kebutuhan masyarakat,” katanya, usai aksi.

Wira menyebut keputusan menaikkan harga BBM adalah keputusan yang salah. Sebab, menurutnya, kebijakan tersebut tanpa melihat fakta dan keadaan di kalangan masyarakat.

“Pandemi belum berakhir, kasus-kasus yang meraup uang negara dan rakyat belum selesai, ditambah lagi beban kehidupan dengan dihilangkannya subsidi BBM dan menimbulkan naiknya semua bahan komoditas yang lain,” ujarnya.

Di sisi lain, Wira menilai bantuan subsidi pengganti BBM bukan menjadi solusi. Pasalnya, berkaca pada kasus lalu, banyak pemberian bantuan tidak tepat sasaran.

“Rakyat kecil harusnya merata untuk rakyat yang membutuhkan, nyatanya meraka di kantong penguasa,” singgungnya.

Baca juga: Harga BBM Naik, Petani di Kalsel Merasa Semakin Tercekik

Selain penolakan kenaikan harga BBM, sepuluh massa Kamisan Kalsel ini turut menyuarakan keadilan hak asasi manusia (HAM).

Mereka tampak menuntut keadilan terhadap para korban pelanggaran HAM yang hingga kini nasibnya belum jelas. Sebut saja, seperti kasus kematian misterius Munir Said Thalib, 18 tahun silam.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved