Gendongan Kuno

Gendongan Bayi Telah Ada 10.000 Tahun Lalu, Dari Penelitian di Pekuburan Kuno di Italia

Ternyata gendongan bayi telah ada 10.000 tahun lau, ini berdasarkan penelitiandi sebuah pemakaman kuno di Italia

Editor: Irfani Rahman
( Credit: University of Montreal)
Ilustrasi pemakaman bayi Mesolitikum Awal, dari hasil penelitian gendongan bayi diduga telah ada sejak 10.000 tahun lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ternyata gendongan bayi diduga kuat telah ada 10.000 tahun lalu. Hal ini berdasarkan bukti bahan-bahan yang diduga untuk gendongan bayi di temukan di pemakaman kuno di Italia.

Peneliti menduga gendongan bayi telah ada ribuan tahun lalu. Hal ini berdasarkan analisa bahan yang ditemukan berupa cangkang kerang laut dan manik-manik.

Dengan gendongan bayi para manusia prasejarah membawa bayi mereka bepergian.

Adanya penemuan ini diduga gendongan bayi telah digunakan ribuan tahun lalu.

Baca juga: Teknologi Bongkar Penyebab Kematian Dua Mumi Pria Berusia 1.000 Tahun, Dipukul Hingga Tewas

Baca juga: Penampakan Makam Kuno di Jerman, Berisi Kuburan Wanita dengan Kursi Lipat

Mengutip Phys, Rabu (28/9/2022) selama ini hanya ada sedikit bukti kuat mengenai gendongan bayi.

Tak ada kain gendongan bayi yang terlihat dalam penggalian arkeologi dan sangat sedikit penguburan bayi prasejarah, sehingga praktik ini pun masih diragukan.

Sekarang, dalam studi yang terbaru, peneliti dari Universite de Montreal menemukan bukti penggunaan gendongan bayi sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Temuan ini pun mampu mengungkap, bagaimana anak-anak prasejarah dirawat dan terhubung secara sosial dengan komunitas mereka.

Dalam studi ini, peneliti menggabungkan metode analisis inovatif untuk mengekstrak informasi yang sulit diperoleh dari cangkang berlubang manik-manik yang ditemukan di pemakaman bayi perempuan yang dijuluki Neve di situs gua Arma Veirana, Liguria, Italia.

Peneliti lantas menggunakan model 3D fotogrametri beresolusi tinggi, yang dikombinasikan dengan pengamatan mikroskopis serta analisis micro CT scan dari manik-manik.

Hal tersebut dilakukan untuk mendokumentasikan secara rinci bagaimana pemakaman terjadi dan bagaimana kemungkinan manik-manik terbentuk, termasuk penggunaannya untuk Neve dan komunitasnya selama hidup dan kematiannya.

Baca juga: Cuaca Banjarmasin Kamis 29 September 2022, BMKG : Sumatera Utara dan Jawa Timur Hujan

Baca juga: Arkeolog Mesir Temukan Ratusan Mumi di Pekuburan Kuno Saqqara, Berasal 2500 Tahun Lalu

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa manik-manik dijahit pada potongan kulit atau kain yang digunakan untuk membungkus Neve dalam penguburannya.

Sementara dekorasi gendongan terdiri lebih dari 70 kerang laut berlubang kecil dan empat liontin bivalvia besar yang tak ditemukan di situs prasejarah lainnya.

Menariknya, sebagian besar manik-manik memiliki tanda-tanda penggunaan yang berat dan tak mungkin diproduksi selama hidup Neve yang singkat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved