Ekonomi dan Bisnis

Harga Kambing Paling Murah Rp 3 Juta di Liangangang Kota Banjarbaru

Istana Kambing Imaroh di kawasan Liangangang, Kota Banjarbaru, Kalsel, jual paling murah harga Rp 3 juta, termahal Rp 6 juta.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Tempat penjualan kambing di Liangangang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (29/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Larangan hewan ternak dari luar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) masuk daerah ini, upaya menghindari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK), masih berlaku.

Hal ini mengakibatkan hewan ternak untuk disembelih di acara maulidan juga berkurang. Sementara,  permintaan warga banyak. 

Menurut Husni, penjaga Istana Kambing Imaroh di kawasan Liangangang, Kota Banjarbaru, Kalsel, kebijakan larangan itu memang masih berlaku. 

"Makanya stok kambing di tempat kami sedikit. Hanya ada sekitar 30 ekor," sebutnya, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Penyaluran Dana PKH Bermasalah, Warga Datangi Kantor Desa Karias Dalam Kabupaten HSU

Baca juga: Bulan Maulid, Harga Ayam Potong di Pasaran Kabupaten Hulu Sungai Tengah Melambung

Baca juga: Pelaku Usaha Kuliner di Banjarmasin H Ali Pilih Naikkan Harga Jual dari pada Ganti Jenis Beras

Dijelaskan dia, karena stok sedikit dan petmintaan banyak, maka hal ini mengakibatkan harga kambing stabil tinggi. 

"Harga kambing di tempat kami mulai Rp 3 juta sampai Rp 6 juta.," kata dia. 

Harga tersebut, ujar dia, tergantung berat dan hasil taksiran daging usai disembelih. Kalau taksiran dagingnya banyak, maka harga bisa makin mahal. 

"Bahkan ada yang kami taksir harga kambing yang besar sekitar Rp 10 juta jenis kambing etawa," kata dia.

Baca juga: Upaya Lain Disiapkan Pemko Banjarmasin untuk Batalkan Pemindahan Ibu Kota Kalsel

Baca juga: Rencana Menata Ulang Pasar Agrobisnis Barabai Kabupaten HST, Bagian Dalam akan Dibongkar

Baca juga: Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa Tamiyang Dilimpahkan ke Penuntut Umum Kejari Tabalong

Kini, Husni berharap, kebijakan pengetatan PMK tersebut dilonggarkan sehingga harga kambing bisa kembali normal dan masyarakat bisa beli dengan harga yang relatif terjangkau.

"Biasanya kalau maulidan, kami perlu 200 kambing. Itu habis. Makanya, ini kurang. Jika ada warga yang mau beli, maka kami carikan kambing lokalan," kata dia.

Sementara itu, Abdul Rahim, warga Kota Banjarbaru, sedari kemarin mencari kambing dua ekor untuk akikah anaknya tidak dapat dan sulit mencari. "Adapun, mahal sekarang ini, " keluhnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved