Ekonomi dan Bisnis

Inflasi di Kalsel Diprediksi Bisa Sampai 5 Persen, Imbas Kenaikan Harga BBM

BPS Kalsel memprediksi hingga akhir tahun 2022, inflasi Kalsel sebesar 5 persen. Kenaikan ini, imbas dari kenaikan harga BBM

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Biro Adpim Setdaprov Kalsel
penandatanganan kesepakatan bersama pada High Level Meeting Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hingga akhir tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel memprediksi ada kenaikan inflasi 5 persen.

Kenaikan inflasi Kalsel, terjadi  bukan sebelum naiknya harga BBM.

Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, inflasi di Banua diprediksi  bisa meningkat signifikan karena naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal September tadi. 

Prediksi tersebut berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Dimana, sejak 2005 dan 2013, kenaikan harga BBM selalu membuat inflasi meningkat. 

Baca juga: Paman Birin Dorong Pengendalian Inflasi di Hadapan Bupati dan Wali Kota se-Kalsel

Baca juga: Berhasil Kendalikan Inflasi, Tabalong Dapatkan Alokasi DID Rp 10,68 Miliar dari Kemenkeu

Bahkan, inflasi bisa meningkat hingga melebihi target pemerintah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri menargetkan inflasi 2022 di bawah lima persen.

Kendati demikian, Yos Rusdiansyah, berharap, kuatnya kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) saat ini dapat meredam kenaikan inflasi di Kalsel.

"Sehingga inflasi kalaupun melewati target tapi masih dalam toleransi yang wajar," kata dia. 

Disinggung bagaimana dengan inflasi September ini, ia menyampaikan, pada awal Oktober 2022 nanti baru akan mereka rilis. Sebab, saat ini masih dilakukan pendataan.

Baca juga: Kendalikan Inflasi dan Antisipasi Lonjakan Harga, Diskopukmperindag Tabalong Gelar Pasar Murah

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani menyebut, sejauh ini harga bahan pokok masih stabil. Sebagian besar bahan pokok masih harga lama, bahkan ada beberapa yang turun. 

"Kami juga prediksi dampak kenaikan harga BBM baru terasa pada Oktober 2022 nanti. Mungkin Oktober mulai terasa ada kenaikan harga," lontarnya.   (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved