Berita Banjarmasin

Pengakuan Terdakwa Korupsi Oknum Pegawai Pegadaian UPC Rantau, Uang untuk Belanja Tas dan Pakaian

Uang negara senilai Rp 2,8 miliar yang digelapkan oknum pegawai Pegadaian UPC Rantau ternyata dipakai untuk kepentingan pribadi.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
aksa Penuntut Umum menunjukkan barang bukti dalam sidang korupsi terdakwa oknum pegawai Pegadaian UPC Rantau di Pengadilan Tipikor Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang perkara dugaan korupsi dengan terdakwa oknum pegawai PT Pegadaian Unit Pelayanan Cabang (UPC) Rantau Kantor Cabang Barabai, Ristianti Annisa Fitria memasuki agenda pemeriksaan terdakwa, Kamis (29/9/2022).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Heru Kuntjoro bersama dua Hakim Anggota, Ahmad Gawi dan Arief Winarno.

Terdakwa hadir secara virtual dari Rutan Kelas IIB Rantau didampingi penasihat hukumnya, Handayani dari ruang sidang.

Mengenakan kaus lengan panjang merah dan kerudung hitam, terdakwa terlihat masih cukup sering melempar senyum ketika menjawab sejumlah pertanyaan dari Majelis Hakim.

Baca juga: Sidang Korupsi Bawaslu Banjar, Saksi Sebut Terdakwa Palsukan Tandatangan Untuk Cairkan Dana

Dalam persidangan, terdakwa mengakui seluruh perbuatannya yang memimbulkan kerugian negara mencapai Rp 2,8 miliar dari penyelewengan dana pelunasan kredit pada 127 akun kredit cepat aman (KCA) di UPC Rantau.

Ia juga tak membantah modus yang telah dilakukannya seperti yang disampaikan saksi-saksi pada sidang-sidang sebelumnya.

Dimana Ia tak menyetorkan dana pelunasan KCA dari nasabah ke kas Pegadaian dan membiarkan status KCA tetap aktif meskipun barang jaminan sudah ditebus nasabah debitur.

"Kebanyakan nasabah yang melakukan pelunasan tidak minta bukti pelunasan, kalaupun ada yang minta saya buatkan manual ditulis, saya tandatangani dan saya stempel," kata Ristianti.

Hal itu dilakukannya dalam rentang Tahun 2019 hingga Tahun 2020

"Memang betul begitu yang Mulia," kata terdakwa saat ditanya Majelis Hakim soal kebenaran modus perbuatannya.

Saat ditanya Majelis untuk apa uang sebanyak itu digunakannya, terdakwa menjawab, uang digunakan untuk keperluan pribadinya saja.

"Untuk belanja, beli baju, beli tas dan yang lain. Belanjanya di Banjarmasin," kata terdakwa.

Mendengar pengakuan terdakwa, Majelis Hakim tetap skeptis terkait bagaimana dan apa saja penggunaan uang sebanyak itu oleh terdakwa.

"Uang itu tidak kamu pakai investasi atau yang lain? Karena kalau hanya belanja tas atau apa biasanya disita oleh Jaksa bagaimana ini," kata Majelis Hakim.

Baca juga: 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Bendungan Tapin Belum Ditahan, Ini Alasan Kejati Kalsel 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved