Kriminalitas Banjarmasin

Penipuan di Banjarmasin -Pengakuan Calo Tiket di Pelabuhan Trisakti, Sudah dua Kali Beraksi

YA diciduk petugas PolsekKPL Banjarmasin karena terlibat kasus penipuan yang korbannya adalah dua orang sopir truk fuso.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Eka Dinayanti
Polsek KPL Banjarmasin untuk Bpost
YA (35) calo tiket yang tipu dua sopir truk fuso di Pelabuhan Trisakti diciduk Anggota Polsek KPL Banjarmasin, Rabu (28/9/2022) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - YA (35) warga Jalan Purnasakti, Kelurahan Telaga Biru Banjarmasin Barat, diciduk polisi dari unit reskrim Polsek KPL pada Rabu (28/9/2022) sore di sebuah hotel di Kota Banjarmasin.

YA terlibat kasus penipuan yang korbannya adalah dua orang sopir truk fuso bernama Prasetyo Utomo dan Budi Prasetiyono.

Dalam rilis media Kapolsek KPL Banjarmasin, Kompol Aryansyah melalui Kanit Reskrim Iptu Bagus Syahid Fatatulloh H, Kamis (29/9/2022) menyampaikan, YA telah dua kali beraksi.

"Modus operandinya sama, di sekitar kawasan Pelabuhan Trisakti, dia menawarkan tiket pada calon penumpang, kejadiannya pada Senin tanggal 26 September 2022 sekitar pukul 03.00 dinihari," jelas Kanit Reskrim.

Baca juga: Penipuan di Banjarmasin - Polsek KPL Ciduk Calo Tiket yang Tipu Sopir Truk Fuso

Baca juga: Nakes Jadi Korban Penipuan, Pelaku Mencatut Nama Kadinkes Banjarmasin

Lanjut Iptu Bagus, saat itu tiket ke Surabaya dengan kapal Dharma Kartika IX memang sedang kosong.

Dua sopir itu pun percaya pada YA yang mengaku bisa mendapatkan tiket untuk mereka.

"Jadi dia mengiming-imingi calon pembeli supaya bisa dapat tiket secara cepat. Setelah para korban mentransfer uang ke YA ia justru kabur, tidak membelikan tiket yang dijanjikan sebelumnya," tambah Iptu Bagus.

Tiga hari berselang, akhirnya YA berhasil diciduk polisi dengan sejumlah barang bukti dan uang yang tersisa Rp 450 ribu.

Dari pengakuan tersangka, uang 16 juta hasil menipu itu dia habiskan untuk keperluan sehari-hari dan hanya tersisa ratusan ribu.

Baca juga: Pencurian di Kalsel - Bobol Toko Ponsel di Tabalong, Para Pelaku Mengaku Terlilit Utang

Sebelumnya YA juga pernah beraksi dengan kejahatan yang sama.

Antara korban dan tersangka sempat damai lewat restorative justice yang dimediasikan di Polsek KPL.

"Namun ternyata YA justru mengulang perbuatannya sehingga tak ada lagi kesempatan baginya mendapatkan restorative justice," beber Kanit reskrim.

Atas perbuatan YA, dia pun disangkakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved