Berita Banjarmasin

Rumah Disabilitas Borneo Ajak Anak-anak Berkebutuhan Khusus Lestarikan Sasirangan

Puluhan anak-anak penyandang disabilitas mulai tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa di Rumah Disabilitas Borneo tekuni kerajinan sasirangan

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Anak-anak penyandang disabilitas di Rumah Disabilitas Borneo di gerai Dekranasda Kota Banjarmasin di acara  bazar Sasirangan, Kamis (29/9/20220. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski keterbatasan akan pendengaran, Widya Popy dan Aurelda Rizky serta teman-temanya tampak cekatan dan rapi dalam merajut kain sasirangan menjadi sebuah pola, di salah satu gerai Sasirangan di Festival Sasirangan Banjarmasin, di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (29/9/2022). 

Ketika ada tamu berkunjung, mereka sebagian berhenti dan menyapa tamu menggunakan bahasa isyarat. Bahkan menceritakan keunggulan sasirangan olahannya ke pembeli. 

Itulah yang dilakukan, oleh anak-anak disabelitas binaan Yayasan Rumah Disabilitas Borneo, yang tergabung di gerai Dekranasda Kota Banjarmasin.

Mereka tampak kompak dipandu oleh relawan Rumah disabilitas Borneo, Abdurrahman. 

"Kami di workshop, total ada 20 anak peserta dengan disabilitas tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa, namun paling banyak tuna rungu. Namun meski mereka terbatas tapi masih bisa berkarya luar biasa," kata Ketua Yayasan Rumah disabelitas Borneo, Norhidayah. 

Baca juga: Sasirangan Ramah Lingkungan, Perajin di Jorong Kabupaten Tanah Laut Gunakan Kayu Putih

Baca juga: Banjarmasin Sasirangan Festival 2022 Hadir Kembali Meriahkan Harjad Banjarmasin ke-496

Diceritakan dia, semula Yayasan  Rumah Disabilitas Borneo itu berdiri adalah rumah difabel Banjarmasin karena kata huruf bahasa harus mengikuti bahasa yang baik maka difabel berubah menjadi disabilitas. 

"Lalu dari saran teman kami  membuatkan ke Notariatan menjadi yayasan rumah disabelitas Borneo supaya bisa mencakup seluruh Kalimantan Borneo. Awal nya terbentuknya yayasan pada tahun 2020 karena keinginan orang tua mereka meski keterbatasan tetap ada pekerjaan untuk anak-anak nya setelah lulus sekolah," cerita dia. 

Semula, lanjut Norhidayah dalam yayasan itu, ada workshop tentang, hidroponik, perikanan, menjahit, dan sasirangan. 

"Karena sekalian juga ingin melestarikan kain khas Kalimantan maka kita fokus kesasirangan hingga masuk di UMKM Sasirangan Kota Banjarmasin. Setahun berjalan, kami bergerak dan banyak dukungan, termasuk dari pertamina sejak 2021 yang lalu," kata dia. 

Oleh Pertamina, Yayasan ini dia dibantu dengan program Coorporate Social Responsibility (CSR) dan bimbingan ketika setiap ada projek kegiatan dari Yayasan Rumah Disabilitas Borneo. 

"Bahkan, sampai terbentunya Waroeng Disabilitas. Dimana pihak Pertamina mensuport dan menjembatani olahan atau karta kepada teman-teman disabilitas bisa bersaing dengan orang-orang lainya. Sementara ini produknya hanya pada yang berlatar belakang sasirangan misalkan nanti ada baju kain kaitu yang kita jual, " jelasnya. 

Soal hasil penjualan sasirangan biatannya, maka oleh Yayasan hasil penjualan diberikan berapa persen untuk anak-anak dan operasional setiap hari di rumah disabilitas di HKSN Alalak Banjarmasin Utara. 

"Bersih dan kotornya sekitar 15 persen penjualan itu untuk anak-anak setiap kali satu produk. Jadi semakin banyak produk yang dihasilkan oleh anak maka semakin banyak juga penghasilan anak tersebut," kata dia. 

Dia mengakui, sejauh ini dukungan Pertamina akan keberlangsungan Yayasan Rumah Disabilitas Borneo, luar biasa. Bahkan sampai hasil kerajinan sasirangannya dibawa ke luar negeri dalam acara tong-tong festival yang diadakan di Belanda di 2021.

Diketahui, Festival Tong Tong Fair (TTF) merupakan pameran produk UMKM, kuliner, dan seni budaya Indonesia terbesar dan tertua di Belanda. 

"Suatu kebanggaan luar biasa bagi kami atas dukungan Pertamina, dimana produk dari anak-anak kami ini masuk satu dari lima komunitas yang di bawah ke luar negeri atau go internasional," kata dia. 

Baca juga: Pameran Rakernas Deskranas 2022, Kalsel Tampilkan Produk UMKM Sasirangan hingga Tas Purun 

Dia berbarap dukungan Pertamina tetap berlangsung dan banyak suport dari lainnya dalam mendukung karya anak banua terutama di bidang Sasirangan. 

Vice President CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan secara nasional ada sekitar 65.000 UMKM di berbagai sektor yang dibantu dan dibina oleh Pertamina secara konsisten sejak tahun 1993 silam.

Ada pun jumlah dana yang digelontorkan Pertamina untuk membantu dan membina UMKM ini nilainya sudah mencapai Triliunan Rupiah. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda). 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved