Berita HST

Tradisi Memperingati Maulid di HST Kembali  Ramai, Ajang SIlaturahmi Antarwarga

Sejak 1 Rabiulawwal tahun Hijriyah yang jatuh pada Selasa 27 September 2022 peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di HSR sudah dimulai

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Husni Tamrin untuk BPost
Tamu undangan perigatan maulid Nabi membaca syair Barjanji di rumah salah satu warga penyeleggara di Barabai, Hulu Sunga Tengah, Kamis (29/9/2022) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Setelah selama dua tahun aktivitas warga terhambat pandemic covid-19, warga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kembali bisa menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Seperti biasa peringatan dilaksanakan di rumah-rumah warga dengan sistem bergiliran antarkampung, khususnya di Barabai, ibukota kabupaten.

Sejak 1 Rabiulawwal tahun Hijriyah yang jatuh pada Selasa 27 September 2022 peringatan maulid sudah dimulai.

Peringatan baru akan berakhir pada akhir bulan Rabiul Awwal atau dilaksanakan satu bulan penuh. Hal itu sebagai salah satu cara ummat Islam menggaungkan syiar. Juga menanamkan kepada generasi muda.

“DIharapkan generasi mudah lebih mengenal Rasulullah SAW dan perjuangannya menyampaikan dakwah di muka bumi sehingga timbul rasa mencintai utusan Allah yang punya ahlah mulia ini,”kata Ustadz HM Yunus, salah satu pendakwah di HST.

Disebutkan, hikmah lain dari peringatan Maulid adalah mempererat silaturahim antarwarga, antar desa maupun antar kelurahan.

Sebab, peringatan digelar secara bergantian, dengan saling mengundang warga kampung lainnya. Di sana juga ada unsur sedekah dimana tuan rumah memberi hidangan aneka makanan bagi tamu yang menghadiri undangan.

"Jadi yang menjamu tamu undangan dari kampung lain itu adalah warga desa penyelenggara Maulid,"katanya.

Satu rombongan undangan, biasanya 15 orang, akan dijamu satu warga penyelenggara. Jadi misalnya dalam satu desa yang ikut maulidan ada 30 warga, mereka itulah yang akan menghidangkan makanan bagi tamu undangan dari desa-desa yang diundang oleh panitia Handil Maulid.

Sebelum dihidangkan makan malam, biasanya tamu undangan tadi membacakan syair barjanji, shalawat serta doa. Sebagian ada pula yang menghadirkan da’I penceramah, untuk mendengatkan sejarah Nabi Mummad SAW.

Ada tradisi baru dalam penyelenggaraan beberapa tahun ini. Yaitu adanya souvenir yang diberikan tuan ruma kepada tamu undangan.

Sebelum pulang, masing-masing diber souvenir, mulai dari makanan ringan, kopi atau teh kemasan, sarung, kopiah hingga bunga rampai berisi uang Rp 10.000 sampai Rp 20.000.

“Menurut saya ini tradisi yang baik, dalam rangka syiar dan mempererat persaudaraan, silaturahim dan memperkokoh persatuan dan kesatuan ummat,”kata Husni, warga Jalan Surapati Barabai.

Tak hanya di kalangan masyarakat, memperingati Maulid juga digelar kantor pemerintahan dan organisasi lainnya, namun waktunya siang hari. Sedangkan di kalangan masyaakat dilaksanakan malam hari. (banjarmasinpost.co.id/hanani)  

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved