Berita Bisnis

Banjarmasin Tak Jadi Ibu Kota Provinsi KADIN: Fokus Jadi Kota Perdagangan dan Jasa

Ketua KADIN Kota Banjarmasin mengajak seluruh pihak legowo dan menghormati hasil keputusan MKtentang masalah Ibu Kota Kalsel.

Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
Kadin Banjarmasin
Ketua KADIN Kota Banjarmasin, M Akbar Utomo Setiawan (baju putih), H Ibnu Sina, Wali kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah , Ketua Peggerak PKK Kota Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ibu kota Provinsi Kalsel kini telah sah berpindah dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru.

Hal itu setelah diperkuat oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) yang menolak gugatan pengujian materiil atas Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalsel.

Bahkan putusan penolakan tersebut melalui perkara nomor 58/PUU-20/2022 dan nomor 59/PUU-20/2022 dibacakan secara langsung oleh Ketua MK RI Anwar Usman, Kamis (29/9/2022) lalu dalam Sidang MK RI di Jakarta.

Selain penolakan dari MK, atas desakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina juga sudah mencabut perkara 60/PUU-XX/2022 yang diajukan sebelumnya untuk mempertahankan Ibu Kota Provinsi Kalsel di Kota Banjarmasin.

Baca juga: Kadin Kalsel Merespons Positif Keppres Nomor 18 Tahun 2022

Baca juga: Antisipasi Gejolak Harga, Bulog Kalsel Datangkan Beras Sulsel Sebanyak 3.000 Ton

Terkait kenyataan itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Banjarmasin, M Akbar Utomo Setiawan, mengajak seluruh pihak legowo dan menghormati hasil keputusan ini.

Bahkan tidak memperpanjangnya karena sudah tidak relevan lagi dan bisa memicu isu-isu lain di luar permasalahan utama.

“Ini kan hanya soal status, walau pun Ibu Kota Provinsi Kalsel sekarang pindah ke Kota Banjarbaru, tidak merubah apa-apa bagi Kota Banjarmasin. Kota ini akan tetap berkembang karena basis kota ini utamanya di topang oleh sektor perdagangan dan jasa,” tegas Akbar, Sabtu (1/10/2022).

Saat ini yang lebih penting bagi Kota Banjarmasin adalah bukan hanya sekedar status sebagai Ibu Kota Provinsi Kalsel, namun bagaimana caranya bisa lebih mengembangkan kota ini menjadi kota perdagangan dan jasa yang mampu menghadirkan banyak investasi masuk yang ujungnya bisa mendorong kesejahteraan masyarakatnya.

Baca juga: Info Harga Emas Antam 1 Oktober 2022, Alami Penurunan, 1 Gram Rp 943.000, Cek Harga 0,5 Gram - 1 Kg

“Kota Banjarmasin memiliki pelabuhan, pasar sentral dan banyak lagi fasilitas-fasilitas lainnya yang mendukung kegiatan perdagangan dan jasa. Nah ini harus kita benahi dan kembangkan sesuai zaman, agar ekonomi di Kota Banjarmasin semakin maju dan berkembang,” bebernya.

Selain itu Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dapat lebih fokus melakukan penataan kota dan pariwisata sungai.

“Bahkan usul saya kantor-kantor dinas yang ditinggalkan oleh Pemprov Kalsel nantinya bisa diambil alih Pemko Banjarmasin untuk dijadikan beragam fasilitas publik yang dapat menambah keindahan Kota Banjarmasin,” tukasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved