Berita Banjarmasin

Ibu Kota Kalsel Berpindah ke Banjarbaru, Kuasa Hukum Forkot dan Kadin Banjarmasin Meminta Maaf

Pazri mengatakan pihaknya sudah berupaya maksimal mempertahankan Banjarmasin tetap menjadi Ibu Kota Kalsel.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Eka Dinayanti
Pazri untuk BPost
Borneo Law Firm selaku kuasa hukum Forkot dan Kadin Banjarmasin saat mengikuti sidang gugatan judicial review di MKRI yang digelar secara virtual. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi berpindah dari yang semula di Banjarmasin menjadi Banjarbaru.

Hal ini seiring adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) RI yang menolak semua permohonan gugatan judicial review yang diajukan oleh Forum Kota (Forkot) dan juga Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Banjarmasin terkait terbitnya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalsel.

Forkot dan Kadin Banjarmasin mengajukan dua gugatan judicial review, yakni permohonan pengujian formil maupun juga materiil dan teregister dengan nomor perkara 58/PUU-XX/2022 dan 59/PUU-XX/2022.

Ditolaknya gugatan judicial review ini, tentunya semakin mempertegas bahwa Ibu Kota Kalsel saat ini sudah resmi berpindah dari Banjarmasin ke Banjarbaru.

Baca juga: Banjarmasin Tak Jadi Ibu Kota Provinsi KADIN: Fokus Jadi Kota Perdagangan dan Jasa

Baca juga: Hipertensi Jadi Penyakit Teratas di Kota Banjarmasin

Seperti yang tercantum pada pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalsel.

Kuasa hukum dari Forkot dan juga Kadin Banjarmasin, M Pazri pun menyampaikan permohonan maaf.

"Kami memohon maaf jika harapan itu tidak dapat terpenuhi seperti keinginan Penggugat/Pemohon mewakili elemen masyarakat Banjarmasin yang ingin agar Banjarmasin tetap sebagai Ibu Kota Kalsel," ujar Pazri.

Pazri menambahkan bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal mempertahankan Banjarmasin tetap menjadi Ibu Kota Kalsel.

"Perjuangan kami telah maksimal sampai pada titik akhir membawa amanah ini hingga di ujung perjuangan yakni keputusan yang diambil oleh 9 Hakim Mahkamah Konstitusi," jelasnya, Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Efek Kenaikan BBM, Per 1 Oktober ASDP Naikan Tarif Penyebrangan Batulicin-Garongkong Sulsel

Direktur Borneo Law Firm ini menambahkan hal ini juga akan menjadi sebuah catatan penting, khususnya terkait dengan upaya yang sudah dilakukan.

"Apa yang kita doakan, ikhtiarkan, usahakan, akan menjadi catatan perjuangan kita semua dalam upaya mempertahankan marwah Kota Banjarmasin sebagai Ibu Kota Provinsi Kalsel," jelasnya.

Tak lupa juga Pazri mengajak untuk bersama-sama berkarya serta membangun Kalsel, agar bisa menjadi lebih baik.

"Apapun hasil perjuangan kemarin tentunya Tuhan YME punya rencana lain yang lebih baik dari rencana kita semua. Mari bersama kita bergandengan tangan membawa Kalsel ke arah yang lebih baik lagi," pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved