Newsupdate

NEWSVIDEO Mengintip Proses Pembuatan Jukung di Pulau Sewangi, Batola

Memproduksi hingga menjual jukung menjadi profesi utama rata-rata warga Pulau Sewangi Batola.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bunyi gergaji dan mesin alat pemotong kayu menjadi suguhan pertama, saat berada di Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (30/9/2022) sore.

Kegiatan tersebut dilakukan para warga sekitar untuk memproduksi jukung.
Kondisi itu hampir selalu ditemui di sisi kiri dan kanan jalan.

Memproduksi hingga menjual jukung memang menjadi profesi utama rata-rata warga yang berada di barat laut Banjarmasin, hilir Sungai Barito.

Aktivitas itu sudah dilakukan turun temurun sejak dulu.

Baca juga: NEWSVIDEO Bahaya! Beginilah Kondisi Longsor Jalan Nasional di KM 171 Satui Barat Tanahbumbu

Meski padahal, pembuatan jukung tersebut tidak mudah. Bahkan, bisa memakan waktu hingga satu bulan.

“Tergantung ukuran dan orangnya, bila hanya dikerjakan sendiri dan penuh ketelitian, maka pembuatannya bisa lama,” kata Baslan Nur, pengrajin jukung di Pulau Sewangi.

Wajar saja, sebab proses pengerjaan sepenuhnya menggunakan tenaga manusia.

Dalam prosesnya, bahan dasar seperti balok kayu besar dipahat, diubah menjadi lambung perahu.

Sesekali balok kayu itu kemudian dibakar.

Hal tersebut untuk memudahkan proses pemahatan jukung.

Baca juga: NEWSVIDEO Suasana Pemakaman Korban Longsor Kotabaru di Desa Sungaipinang Tanahlaut

Kata Baslan, ukuran jukung dibuat berbeda-beda.

Tergantung permintaan dan keperluan. Mulai dari tiga hingga tujuh dapa.

Para warga sekitar menyebut satuan panjang itu berupa dapa.

Satu dapa sama dengan rentangan kedua tangan orang dewasa atau sekitar 1 meter.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved