Banjarmasin Baiman

BSF ke-6 Tahun 2022 Ditutup, Transaksi Sasirangan di Banjarmasin Mencapai Rp 831 Juta

Wali Kota H Ibnu Sina menutup Banjarmasin Sasirangan Festival, Sabtu (1/10/2022) malam, dan berhasil mencapai transaksi mencapai Rp 831 juta.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
PEMKO BANJARMASIN
Fashion show menyemarakkan penutupan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke-6 di panggung utama, Jalan RE Martadinata, depan Balai Kota, Sabtu (1/10/2022) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke-6 Tahun 2022 yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-496, ditutup saat Sabtu (1/10/2022) malam.

Ajang BSF ke-6 sudah digeber sejak Selasa (27/9) yang dipusatkan di panggung utama di Jalan RE Martadinata atau tepatnya di depan Balai Kota Pemko Banjarmasin.

Ajang BSF ke-6 diisi dengan serangkaian kegiatan, mulai dari karnaval dan pawai budaya sasirangan, fashion show sasirangan, lomba desain motif sasirangan, forum diskusi sasirangan, pemilihan putra putri sasirangan hingga pameran sasirangan.

Beberapa fashion desiner nasional, yaitu Rya Baraba dan juga Rudi Chandra, ikut ambil bagian dalam gelaran fashion show.

Dan dari ajang BSF ke-6 ini, diketahui jumlah transaksi yang terjadi lebih dari setengah miliar rupiah. Hal ini disampaikan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina saat melakukan closing ceremony.

"Sampai sore tadi, transaksi yang terjadi mencapai Rp 831 juta. Dan ini paling tidak bisa dirasakan juga oleh para prajin sasirangan, dengan lakunya produk-produk mereka," kata Wali Kota H Ibnu Sina.

Kemudian, Wali Kota H Ibnu Sina menambahkan, ajang yang diinisiasi Dekranasda Banjarmasin ini bertujuan untuk lebih mengangkat sasirangan yang juga merupakan salah satu wastra Nusantara.

"BSF ini bertujuan mengangkat sasirangan menjadi sebuah kebanggaan kita, baik lokal, nasional bahkan internasional. Dan kita optimistis sasirangan jadi produk ekonomi kreatif yang membangkitkan ekonomi di Banjarmasin dan juga Kalsel," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Banjarmasin, Dr Hj Siti Wasilah, mengaku sangat bersyukur pada tahun ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Perindustrian dan juga Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin untuk melaksanakan workshop bagi para desainer muda.

"Workshop ini adalah salah satu upaya kita untuk mendorong desainer muda bisa menghasilkan produk-produk ready to wear yang cocok juga untuk anak muda," kata istri Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina tersebut.

Kemudian, Siti Wasilah mendorong Pemko Banjarmasin untuk menghimpun tim yang nantinya bisa mendorong pula menghasilkan produk.

"Harapannya juga, nanti bisa menjadi semacam buku putih pelaku kerajinan sasirangan. Dan kita juga ingin mendekatkan nilai-nilai filosofis dari motif-motif sasirangan dengan menetapkan motif-motif tertentu yang bisa dikembangkan untuk aksesoris dan sebagainya," katanya.

Penutupan BSF ke-6 berlangsung begitu meriah, diisi dengan fashion show yang menampilkan karya desainer lokal maupun nasional.

Adapun desainer lokal yang menampilkan karyanya adalah Hj Cathrine Ambar Sari. Busana yang ditampilkan jenis  gaun pesta sasirangan.

Kemudian turut ambil bagian juga adalah Rudy Chandra yang menampilkan beberapa karyanya.

Penutupan juga diisi dengan penampilan Nabila Maharani yang membawakan beberapa buah lagu.

Selama gelaran Banjarmasin Sasirangan Festival 2022 juga diramaikan dengan kehadiran Wali Kota se Kalimantan yang sedang mengikuti Rakerwil Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komwil V Regional Kalimantan di Banjarmasin. (AOL/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved