Religi

Tata Cara Mandi Wajib, Ustadz Abdul Somad Ingatkan Tak Asal Semua Basah

Tata cara mandi wajib mesti dipahami bagi umat muslim. Ustadz Abdul Somad ingatkan tidak asal guyur dan membasahi semua bagian tubuh.

Editor: M.Risman Noor
Torwai via Kompas.com
Ilustrasi mandi. Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang tata cara mandi wajib. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tata cara mandi wajib mesti dipahami bagi umat muslim. Ustadz Abdul Somad ingatkan tidak asal guyur dan membasahi semua bagian tubuh.

Banyak orang mandi wajib asal diguyur saja.

Padahal ada tata cara mandi wajib diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Mandi junub atau mandi wajib ada aturan dan niat dibacakan sebelum membasahi tubuh.

Baca juga: Hukum Menikah di Bulan Maulid Nabi, Buya Yahya Beri Penjelasan

Baca juga: Amalan Sunnah di Bulan Rabiul Awal, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Keutamaan Shalawat

Karena itu, umat muslim penting memperhatikan peraturan dalam menjalankan puasa misalnya mandi junub atau mandi wajib setelah sahur.

Diketahui mandi wajib adalah mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadast besar.

Bagaimana hukumnya mandi wajib setelah sahur atau masuk waktu subuh?

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, Nabi Muhammad SAW pun pernah dalam situasi tersebut dan sang Istri Aisyah R.A memberikan pernyataannya melalui hadist.

"Kata Aisyah (istri nabi) setelah berhubungan ada dua yang dilakukan. Nabi mandi, kadang-kadang berwudhu. Tapi paling sering mandi, adakalanya berwudhu, wudhunya seperti wudhu shalat, kemudian nabi makan, Itu dalam keadaan junub puasanya sah," ujar Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Kun Ma Alloh.

Kemudian Ustadz Abdul Somad melanjutkan, selain berwudhu yang paling bagus adalah mandi wajib lalu sahur.

Ustadz Abdul Somad pun menuturkan seluruh ulama sepakat bahwa orang yang junub ketika subuh itu puasanya sah.

"Yang tidak boleh itu setelah adzan subuh, baru dia berhubungan (menyebabkan dirinya dalam keadaan junub). Na'udzubillah, tidak boleh," ucap Ustadz Abdul Somad.

Ustadz Abdul Somad menekankan, jika seseorang yang tengah menjalankan puasa Ramadhan bangun dalam keadaan junub setelah subuh, maka puasanya bisa tetap sah dilanjutkan ketika sudah mandi junub.

Lalu, ketika dalam keadaan junub, tidak sempat mandi karena mendahulukan sahur karena akan puasa, maka setelah waktu subuh mandi junub, puasanya sah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved