Kriminalitas Banjarmasin

Anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Bekuk Pasutri Edarkan Sabu Hampir 5 Kg

Anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin tangkap suami istri, AM (29) dan VB (28) di Banjar Indah Permai, mengamankan hampir 5 kg sabu.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Kepala Polresta Banjarmasin Kombes Sabana Atmojo, didampingi Kasatresarkoba, Kompol Mars Suryo, tunjukkan sabu hampir 5 kg, ineks beserta tiga tersangka terdiri dari suami istri dan seorang perempuan lainnya, Senin (3/10/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Suami istri ingin meraup cuan secara fantastis di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), gagal total.

Sebabnya, usaha mereka menjual sabu dan ineks ketahuan anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin hingga akhirnya dapat diamankan semua. 

Hal ini diungkapkan Kapolresta Banjarmasin Kombes Sabana Atmojo didampingi Kasatresarkoba, Kompol Mars Suryo, dalam rilis di kantornya, Senin (3/10/2022).  

Pasangan itu adalah VB (28) dan AM (29), warga Jalan A Yani Km 6, Kota Banjarmasin, berperan sebagai kurir.

Serta seorang perempuan lainnya, yaitu HT (29), warga A Yani Km 10, Tatah Amuntai, Kompleks Griya Bunyamin, Kecamatan Kertak Hanyar,  Kabupaten Banjar, Kalsel, sebagai pengendali barang.

Baca juga: Sidang Korupsi Oknum Mantan Pegawai Bank di Marabahan, Saksi Sebut Dokumen Dipalsukan

Baca juga: Pemuda di Tapin Akhiri Hidup, Keluarga Tolak Jasadnya Diautopsi dan Ikhlaskan Kepergiannya

Baca juga: Reaksi Liverpool & Man United Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Barcelona Juga Berempati

Mengenai VB dan suaminya diringkus polisi di kawasan Jalan Banjar Indah Permai, Banjarmasin, Jumat (30/9) di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat penyimpanan narkotika. 

"Kami lakukan penggeledahan di rumah tersebut, didapatlah barang bukti narkotika sabu dan ekstasi. Barang ini rencananya diedarkan di Banjarmasin," kata Kapolresta. 

Total barang bukti 50 paket sabu dengan berat hampir 5 kilogram atau 4.914,26 gram serta ekstasi 216,71 gram. 

Dari pengakuan kedua pasutri, ungkap Sabana, mendapat perintah dari tersangka HT (29) untuk menjualkan narkoba jika ada pesanan.

"Si tersangka HT ini kebetulan tinggal satu rumah bersama pasutri. Jadi, tempat  mereka ini bisa dikatakan gudang penyimpanan narkoba," beber Kapolresta.

Baca juga: NEWSVIDEO Imbas Ricuh di Kanjuruhan Berdampak Laga di Stadion Demang Lehman Martapura

Baca juga: Pengeroyokan di Pub Hotel Frienship Batulicin Tanbu Kalsel, Satu Pelaku Diamankan Polisi

Baca juga: Warga Handil Bakti Batola Kalsel Geger Mayat Mengapung, Sebut Pak Ogah Pengatur Lalu Lintas

Mereka menjalankan bisnis haram ini selama 3 bulan dan telah menerima hasil penjualan sebesar Rp10 juta per bulan. 

"Mereka dapat narkotika dari seseorang yang memiliki nomor ponsel dari luar negeri. Kami menduga, ini masih jaringan internasional," jelas Kapolresta. 

(Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved