Berita HST

Dua Bayi di Barabai Kabupaten HST Menderita Gizi Buruk, Orangtuanya Dirawat di Ruang Khusus

Dua bayi stunting dalam perawatan tetanggnya di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel. Ibunya dirawat RSUD H Damanhuri.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Dua bayi gizi buruk , M Arjuna Maulana (dalam ayunan) dan M Rezky Fadhillah (sedang digendong), kini diasuh kader pendamping keluarga yang juga tetangga orangtua bayi di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (2/10/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -Malang dialami M Arjuna Maulana (11 bulan) dan M Rezky Fadhilah (19 hari).Kakak beradik anak pasangan Saidillah (40) dan Salasiah (26) ini mengalami gizi buruk. Diagnosinya mengarah ke stunting.

Keduanya kini diasuh oleh kader Posyandu dan Kader Pendamping keluarga, Ridhatunisa, sejak dua hari yang lalu.

Sedangkan ibu kedua bayi itu kini dirawat di ruang rawat inap khusus jiwa RSUD H Damanhuri di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.

Ayahnya juga di rumah sakit menunggu ibunya. Kedua bayi yang jarak hamilnya sangat dekat itu ditemukan Nisa dalam kondisi memprihatinkan.

Tinggal di rumah sewaan bersama di Jalan H Sibli Imansyah, Gang H Idrus, Kelurahan Barabai Barat, bayi tak memiliki perlengkapan bayi semacam kasur, popok, bantal maupun selimut.

Baca juga: NEWS UPDATE Korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan Banyak yang Alami Cedera Otak

Baca juga: Kanjuruhan Disaster Jadi Duka Dunia, Laga Real Madrid vs Osasuna dll Dibuka dengan Hening Cipta

Baca juga: Desakan Pengurus PSSI Mundur Imbas Tragedi Arema vs Persebaya, Bos MU Minta Liga 1 Dihentikan

Ayah bayi, bekerja sebagai tukang pijat dan ibunya hanya mengurus rumah dan anak.

"Saat saya pantau, kondisi kedua bayi sakit, tak mau makan. Akhirnya saya dibantu Bhabinkamtibmas Barabai Barat Aipda Norifansyah,  Bhabinkamtibmas Hantakan Aipda Riri Herlianto serta Babinsa Barabai Barat Serka Sudarwanto mengevakuasi bayi dan ibunya ke RSHD. Mereka didiagnosa gizi buruk, mengarah ke stunting. Khususnya untuk M Rezky Fadhillah yang lahir prematur," ungkap Nisa, putri Ketua RT yang dititipi merawat bayi tersebut.

Diketahui, Nisa tinggal di lingkungan yang sama dengan orangtua bayi. Ditemui saat Minggu (2/10/2022) sore, dikatakannya, ibu bayi itu mengalami baby blues syndrome dan depresi dengan kondisi ketidak mampuan ekonomi yang dihadapi.

Karena itu, sang ibu harus dirawat di ruang khusus rawat inap jiwa. Kedua bayi dirawat jalan dan diasuh sementara oleh Nisa.

Dijelaskan, berat badan Arjuna dalam usia 11 bulan kini hanya 6,7 kilogram dari berat normal seharusnya, yaitu 10 sampai 11 kg. Sedangkan adiknya, Rezky saat lahir 2,3 kg dari bayi siap lahir yang normal, yaitu minimal 2,5 kg.

Baca juga: Vaksin Meningitis untuk Umrah Segera Tersedia, Ini Harapan Agen Travel di Kalsel

Baca juga: Kebakaran di Kampung Arab Banjarmasin Ludeskan Rumah Bertingkat Dua, Penghuni Ungkap Kronologis

Baca juga: Pohon Tumbang di Jalan Veteran Banjarmasin Timpa Pengendara, Suami Istri Terluka Parah

Di usia memasuki hari ke-19, kini berat Rezky hanya 2,4 kg atau hanya mengalami kenaikan 1 ons. "Saat kami jemput, bayi Rezky  bagian selangkangan dan pantatnya mengalami lecet cukup parah," tutur Nisa.

 

Diakui setelah setelah pulang dari rumah sakit, ada kunjungan dari Camat Barabai memberikan bantuan kasur dan perlengkapan bayi.

Juga ada kunjungan dari Kabid Sosial Dinas Sosial HST yang mau menguruskan administrasi kependudukan agar terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ini sebagai syarat menerima bantuan sosial pemerintah.

"Juga ada kunjungan dari pihak Puskesmas yang mengukur tinggi dan berat badan kedua bayi sebelum akhirnya mereka bantu mengantar ke rumah sakit," imbuh Nisa.

Karena perlengkapan bantuan yang ada tak cukup memenuhi keperluan dua bayi sekaligus, akhirnya Nisa dibantu Bhabinkamtibmas Barabai Barat Norifansyah melakukan open donasi melalui nomor rekening Bhabinkamtibmas tersebut.

Petugas puskesmas datangi rumah pengasuh dua bayi gizi buruk di Kota Barabai Minggu 02102022.
Petugas puskesmas saat mendatangi rumah pengasuh dua bayi gizi buruk di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (2/10/2022).

"Alhamdulillah, terkumpul Rp 3 juta lebih dari masyarakat. Langsung kami belanjakan untuk membeli kasur bayi, selimut, baju, popok, lampin, susu dan keperluan lainnya," kata Norifansyah, Bhabinkamtibmas Barabai Barat.

Namun, karena masih memerlukan biaya hidup dan keperluan harian bayi, pihaknya pun masih membuka donasi bagi dermawan yang ingin mengulurkan tangan.

"Besok kami bawa lagi bayi ini ke rumah sakit untuk dirawat inap agar kesehatannya terpantau dan cepat pulih. Dua hari dalam pengasuhan Nisa, kondisi kedua bayi membaik. Khususnya Arjuna. Sedangkan Rezky minum susunya belum begitu banyak," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved