Rusuh di Stadion Kanjuruhan

Nyalakan Lilin, Suporter di Kalimantan Selatan Gelar Aksi Duka Tragedi Kanjuruhan

Suporter sepak bola di Kalsel, bersama Aremania dan Persebaya menggelar renungan dan menyalakan lilin di depan Stadion 17 Mei atas tragedi Kanjuruhan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD SYAIFUL RIKI
Suporter sepak bola, polisi, hingga politisi berkumpul di depan Stadion 17 Mei Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (3/10/2022) malam. Mereka menggelar aksi solidaritas terhadap para korban yang tewas dalam tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Suporter sepak bola, polisi, hingga politisi berkumpul di depan Stadion 17 Mei Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (3/10/2022) malam.

Di bawah rintik hujan, mereka menggelar aksi solidaritas terhadap para korban yang tewas dalam tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Beberapa suporter yang mayoritas berpakaian hitam tampak membawa kertas dengan tulisan duka dan doa.

Aksi dimulai dengan menyalakan lilin sekitar pukul 19.30 Wita. Para simpatisan kemudian menggelar doa bersama. Mereka lalu menyanyikan yel-yel khas Aremania.

Tragedi Kanjuruhan diakui sebagai duka bagi dunia sepak bola, khususnya di Indonesia.

Baca juga: Kapolri Copot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, Diganti AKBP Putu Kholis Aryana

Baca juga: NEWS UPDATE : Permohonan Maaf Presiden Arema FC Atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Baca juga: Reaksi Liverpool & Man United Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Barcelona Juga Berempati

Insiden yang mengakibatkan 125 orang penonton meninggal tersebut sudah cukup jadi pelajaran. Para suporter sepak bola di Kalsel berharap peristiwa serupa jangan sampai kembali terulang.

“Ini kami harap menjadi kejadian yang terakhir, khususnya di dunia sepak bola,” kata Ketua Suporter Barito Putera Tribun Tertutup Timur (Sop Buntut) 1988, Iskandar.

Dia menyebut para suporter harus lebih bersikap dewasa. Sebab, baginya, menang atau kalah merupakan hal yang biasa dalam pertandingan sepak bola.

Di sisi lain, Iskandar mengaku sepakat bahwa Liga 1 saat ini dihentikan sementara. Bahkan, kata dia, jangan sampai kompetisi berlanjut sebelum tragedi Kanjuruhan diusut tuntas.

“Harus diusut secara tuntas karena semuanya berkaitan, dari perangkat pertandingan, aparat keamanan, hingga suporter,” ujarnya.

Baca juga: Rekor Ronaldo Mulai Tergeser Striker Rival Man United di Liga Inggris, Haaland Kejar Hat-trick ke 4

Baca juga: Jadwal Jam Siaran Liga Champion Pekan Ini Live SCTV, Inter vs Barcelona dan Chelsea vs AC Milan

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Pekan ini Siaran Live SCTV, Arsenal vs Liverpool, Everton vs Man United dll

Berkaca pada kasus itu, Iskandar juga meminta ada evaluasi terkait jam tayang pertandingan.

Dirinya berharap tidak ada lagi pertandingan yang digelar saat malam.

“Kalau bisa, tidak ada lagi pertandingan malam. Lebih banyak mudaratnya,” tutur dia.

Dalam aksi kali ini, juga hadir perwakilan dari Aremania (suporter Arema FC) dan Bonek (suporter Persebaya).

Penuturan Dimas Raditya, perwakilan Aremania di Banjarmasin, meminta maaf atas kejadian saat Sabtu (1/10) malam itu.

Baca juga: Alasan Ten Hag Tak Mainkan Ronaldo Saat Man United vs Man City di Liga Inggris

Baca juga: Rekor Messi Tergeser Phil Foden Saat Derby Manchester di Liga Inggris, Peran Pep Guardiola

Baca juga: Derita Inter Milan vs Barcelona Liga Champion, Lukaku & Rekan Messi di Argentina Cedera

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada suporter di Kalsel atas aksi solidaritas ini,” ucapnya.

Dirinya berharap tragedi maut tersebut menjadi yang terakhir di dunia sepak bola.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved