Berita Tanahbumbu

Sengketa Lahan di Pantai Rindu Alam Selesai, Aset Kembali ke Pemkab Tanbu dan Akan Dikelola Lagi

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) berhasil ambil alih lahan yang diklaim warga di tempat wisata Pantai Rindu Alam dan akan dikelola lagi.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MAN HIDAYAT
Gerbang menuju tempat wisata Pantai Rindu Alam di Desa Betung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Permasalahan sengketa lahan yang terjadi di area wisata Pantai Rindu Alam, Desa Betung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya selesai juga. 

Pasalnya, aset lahan yang sempat diklaim warga setempat akhirnya kembali dikuasai Pemkab Tanbu dan kini telah bersertifikat sah. 

Diketahui, sebelumnya aset tersebut sudah tercatat dalam aset Pemerintah Kabupaten Tanbu.

Namun seiring berjalannya waktu, ada warga yang mengklaim sebagian kecil lahan adalah miliknya. Namun, tanpa bisa menunjukkan alas hak yang diakui oleh undang-undang dan melakukan portal atau pemagaran. 

Baca juga: Pengeroyokan di Pub Hotel Frienship Batulicin Tanbu Kalsel, Satu Pelaku Diamankan Polisi

Baca juga: Anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Bekuk Pasutri Edarkan Sabu Hampir 5 Kg

Baca juga: Reaksi Liverpool & Man United Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Barcelona Juga Berempati

Selama kurang lebih 2 tahun, aset Pemkab Tanbu yang punya Penghasilan Asli Daerah (PAD) ratusan juta rupiah per tahunnya, sempat kehilangan pendapatan karena sengketa ini. 

Dengan beroperasinya Pantai Rindu Alam yang merupakan aset Pemkab Tanbu diharapkan kembali dapat berkontribusi dalam hal pemasukan daerah pada sektor pariwisata. 

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar Kabupaten Tanbu), Hamaludin Tahir, Senin (3/9/10/2022) saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, membenarkan mengenai aset daerah yang sempat diklaim warga tersebut pada akhirnya bisa diselamatkan. 

Untuk saat ini, tanah kawasan wisata Rindu Alam melalui pendampingan Kejari Tanbu sudah selesai dan sudah bersertifikat atas nama pemerintah.

Baca juga: Pemuda di Tapin Akhiri Hidup, Keluarga Tolak Jasadnya Diautopsi dan Ikhlaskan Kepergiannya

Baca juga: NEWSVIDEO Imbas Ricuh di Kanjuruhan Berdampak Laga di Stadion Demang Lehman Martapura

"Sertifikat tanah sudah diarsipkan BPKAD selaku pengelola aset daerah. Insya Allah akhir Oktober ini kami akan buka kembali Pantai Rindu Alam dan dikelola seperti sebelumnya, " katanya. 

Untuk kepastian tanah tersebut sudah bersertifikat tanggal penerbitan Sertifikat Rindu Alam 29 agustus 2022 nomor :17/HP/BPN-17.12/VIII/2022.

Sementara itu, Kejari Tanbu selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) yang menerima kuasa dari Bupati Tanbu Zairullah Azhar, melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Hatma Aditya, mengatakan, berhasil menyelamatkan aset negara. 

"Aset itu sudah diserahkan ke pemerintah daerah melalui non litigasi, dengan sertifikat hak pakai, " katanya.

Baca juga: Warga Handil Bakti Batola Kalsel Geger Mayat Mengapung, Sebut Pak Ogah Pengatur Lalu Lintas

Baca juga: Dampak Tragedi Maut Kanjuruhan, Liga 3 Zona Kalsel Dihentikan Sementara

Disebutkannya, pada saat klaim mengklaim, pihak-pihak bersengketa tidak memiliki alas hak yang diamanatkan oleh Undang-undang.

"Jadi, dari kasus ini, kita bisa selamatkan aset pemda yang diklaim oleh masyarakat," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved