Ekonomi dan Bisnis

Vaksin Meningitis untuk Umrah Segera Tersedia, Ini Harapan Agen Travel di Kalsel

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin sebut vaksin meningitis datang Minggu, 1 Oktober 2022. Travel umrah Kalsel berharap tidak langka lagi.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Humas Kemenag Kalsel untuk Bpost
Naiknya permintaan vaksin meningitis dikarenakan tingginya keberangkatan umrah di Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kegelisahan jemaah umrah yang kesulitan vaksin meningitis di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan terobati dengan rencana kedatangannya dalam minggu ini. 

Vaksin yang yang menjadi salah satu pra syarat untuk umrah tersebut, oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin dipastikan akan segera datang. 

"Insya Allah, untuk KKP Banjarmasin dialokasikan 3.000. Karena, banyak klinik yang juga melayani vaksin. Dari perkembangan, info terakhir adalah saat Minggu, 2 Oktober ini," kata Kepala KKP Banjarmasin, H Basuki Rahmat, SKM, MM, Minggu (2/9/2022).

Rencana kedatangan ini membawa angin segar untuk jemaah umrah di Kalsel. Pasalnya, sudah lama klinik-klinik kehabisan stok. Bahkan pihak jamaah umrah yang akan berangkat awal oktober ini terpaksa vaksin keluar daerah.

Menuru, Ketua Serikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia Kalsel dan FK Patuh (Penyelenggara Travel Umroh dan Haji), H Saridi Salimin, mengaku prihatin atas kelangkaan vaksin meningitis di Banua. 

Baca juga: NEWS UPDATE Korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan Banyak yang Alami Cedera Otak

Baca juga: Kanjuruhan Disaster Jadi Duka Dunia, Laga Real Madrid vs Osasuna dll Dibuka dengan Hening Cipta

Baca juga: Desakan Pengurus PSSI Mundur Imbas Tragedi Arema vs Persebaya, Bos MU Minta Liga 1 Dihentikan

"Saat vaksin ini diperlukan masyarakat, khususnya yang akan pergi umrah, tapi kosong. Tidak hanya kali ini saja, sejak tiga bulan yang lalu,  khususnya di Kalsel, Buku Kuning sebagai administratif buku vaksin miningitis kosong. Setelah teriak-teriak ke pemerintah, baru dipenuhi, " ceritanya. 

Malah yang terjadi kali ini vaksinnya yang kosong, lanjut dia, sedangkan buku kuningnya ada.

Menurut Saridi Salimin, masyarakat dibuat bingung dengan adanya ulah pemerintah dalam hal ini Kantor Kesehatan Pelabuhan. 

"Mestinya untuk mengurangi risiko langkahnya buku kuning bisa dialihkan ke digital saja, seperti vaksin Covid-19. Kalau matarantai ini tidak diperhatikan pemerintah, maka kejadian serupa akan selalu terjadi," jelasnya. 

Sedangkan Manajer Operasional Kaltrabu Tour & Travel, Muhammad Arifudin, juga mendapat informasi bahwa vaksin minigitis akan tersedia awal Oktober 2022. 

Baca juga: Harga Pertamax Turun, Pembelian pada SPBU di Banjarmasin Cenderung Tidak Berubah

Baca juga: Wisata Kalsel - Lima Bulan 200 Wisatawan Terlayani Tourist Information Centre Kotabaru

Baca juga: Jadwal Pencairan BSU Tahap 4, Para Penerima Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Rekening Himbara

"Tetapi sampai sekarang ini, kami masih belum mendapatkan sosialisasi Informasi lebih lanjut terkait hal tersebut," kata dia. 

Pihaknya berharap dari semua rekan-rekan travel, pemerintah melalui Dinas Kesehatan untuk bisa segera mengatasi kelangkaan vaksin meningitis dan menjaga kondisi ketersediaan. 

"Bila mana stok vaksin sudah tersedia, Karena ini menjadi syarat wajib jemaah umrah dalam melaksanakan ibadah," kata dia.

Sementara, salah satu jamaah umrah yang rencana ikut di Oktober akhir, Ruhmiati berharap ketersediaan vaksin di lokal Kalsel tersedia.

"Mudahan ada di klinik Kalsel supaya tidak sampai cari ke luar daerah," kata dia. 

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved