Ekonomi dan Bisnis

Harga Porang Turun, Petani di Batola Provinsi Kalsel Urung Panen

Harga porang turun, puluhan petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalsel urung memanen porang

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Bongkahan umbi porang yang sudah berusia dua tahun, di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (4/10/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Puluhan petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola) urung memanen porang yang mereka tanam setahun terakhir. 

Hal ini berkenaan dengan harga porang yang mengalami penurunan belakangan ini. 

Disampaikan Ketua Aliansi Porang Indonesia (ASPI) Barito Kuala, Trisno Subroto, harga porang saat ini hanya 3 ribu rupiah per kilo, jika dipaksa untuk panen dan dijual, maka hasilnya kurang menguntungkan. 

"Kan yang ada ini baru satu tahun, berat umbi rata-rata 1,5 kg, jadi ditahan saja kalau harga turun. Kecuali setahun lagu, dengan berat maksimal 4 kg tidak masalah harga tiga ribu," terang Trisno, Selasa (4/01/2022). 

Baca juga: Urusan Administrasi, Petani Porang di Kabupaten Balangan Belum Bisa Jual Hasil Panen

Baca juga: Harga Porang Turun, Kini Dipatok Segini per Kilogram

Ia pun mengatakan, untuk memenuhi keperluan sehari-hari ia beserta puluhan petani porang memanen tanaman selingan, serta menjadikan porang bukan tanaman andalan. 

Berangkat dari pengalaman dua tahun terakhir ini, pihaknya pun melalukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan masa pelunasan dua tahun. Karena jika hanya satu tahun terlalu riskan melihat harga porang yang juga tidak stabil. 

"Kalau tahun lalu sebanyak 31 orang pinjaman KUR cuman satu tahun, Alhamdulilah bisa melunasi sesuai yenggat waktu," ucap Trisno. 

Ke depannya, mewakili aliansi petani porang di Batola ia pun berharap adanya pelatihan dari dinas terkait untuk pengolahan umpi porang. Agar bisa dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan bongkahan umbinya. 

Menurut Trusni, sejauh ini sambutan dinas terkait mengenai pertanian porang ini bagus saja, bahkan dari dina spertanian provinsi memberi kelompok mereka bantuan berupa penanaman porang seluas 6 hektar. 

Baca juga: Ditanam Tumpang Sari, Begini Perkembangan Budidaya Porang di Sumber Rahayu Batola

Sebagaimana diketahui, tnaman porang di Batola banyak dibudidayakan di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya.

Luasannya mencapai 38 hektar, dengan teknis penanaman tumpangsari di sela sayur dan di sejumlah pekarangan rumah warga. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 


 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved