Religi

Kiat Menjadi Wanita Salehah, Buya Yahya Ingatkan Sikap Istiqomah dan Pelihara Mata Serta Telinga

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan kiat-kiat menjadi wanita salehah.Buya Yahya mengatakan harus memiliki kekuatan dan sikap istiqomah agar hati terjaga.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
capture kanal youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya beri penjelasan mengenai kiat agar wanita salehah tetap istiqomah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Buya Yahya menjelaskan kiat-kiat menjadi wanita shalehah.

Poin penting agar kaum muslimah ingin menjadi pribadi yang shalehah, Buya Yahya mengatakan harus memiliki kekuatan dan sikap istiqomah agar hati terjaga.

Buya Yahya yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah menuturkan kekuatan yang harus dijaga mulai dari mata dan telinga.

Wanita shalehah senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Buya Yahya menuturkan supaya tidak kemasukan virus hati muslimah yakni pintunya harus dirapikan ditutup dikasih filter atau saringan.

"Pintunya mata dan telinga, kalau melihat whatsapp secara asal, melihat youtube secara asal maka akan merusak hati. Kalau orang buta mata dan tuli telinga tidak akan rusak hatinya, coba saja," terang Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Baca juga: Ragam Manfaat Alpukat, Ikuti Cara Konsumsi Sehat Dipaparkan dr Zaidul Akbar

Baca juga: Hukum Puasa di Hari Jumat Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, Tidak Menyendiri

Perasaan atau penyakit hati misalnya iri, dengki, dan benci. Tidak akan merasakan yang demikian jikalau seseorang buta dan tuli.

Buya Yahya pun mengimbau sebisa mungkin tidak bergaul dengan orang-orang yang suka bergunjing, yang biasa membicarakan kejelekan orang, dan suka adu domba.

"Jangan ada di grup whatsapp yang suka ngomongin kejelekan orang, maka itu Anda baca dan lihat maka bisa mempengaruhi hati, maka ubah hati Anda, kuncinya itu," paparnya.

Perkara ingin menjadi wanita shalehah, Buya Yahya menyebut hal tersebut sederhana. Kuncinya pastikan baik kepada Allah SWT.

Memperbanyak amal shaleh misalnya shalat Tahajud, puasa, dan shalat-shalat sunnah lainnya.

"Yang kedua baik kepada manusia, pertama suami, tidak boleh berani atau merendahkan suami. Lalu baik kepada Bapak dan Ibu," jelasnya.

Meski rajin ke majelis mendengarkan ceramah dan ilmu, namun masih ada saja orang terutama muslimah yang berbicaranya nyelekit atau suka bikin tersinggung, itu adalah suatu penyakit yang tidak disadari.

Kalau sudah urusan gunjing nomor satu paling depan, padahal di grup whatsapp tidak pernah muncul namun jika urusan menggibah orang maka ikut komentar, ingin masuk neraka paling cepat.

"Sukanya adu domba, fitnah, ngomongin kejelekan orang, adalah hal yang dilarang dalam Islam," urai Buya Yahya.

Yang terpenting adalah baik dan patuh kepada suami, tidak mengeraskan suara, jika terlanjur demikian bertaubat dan tidak mengulanginya lagi.

Hal-hal tersebut perlu ilmu sadar diri, sebab yang berbahaya adalah tidak sadar.

Maka dari itu perbanyak berkumpul dengan orang baik dan shaleh di majelis-majelis ilmu.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved