BPOM Tanah Bumbu

Lintas Sektor Kabupaten Kotabaru, Loka POM Tanah Bumbu Sosialisasi Pengendalian AMR

Loka POM di Kabupaten Tanah Bumbu meningkatkan pengawasan terhadap antibiotika

Editor: Eka Dinayanti
BPOM Tanah Bumbu
sosialisasi Pengendalian Anti-Microbial Resistance (AMR) melalui Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Penertiban Peredaran Antibiotika 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Badan POM sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam menjamin efikasi, keamanan dan mutu setiap obat yang beredar di Indonesia berperan penting dalam pengawasan obat secara pre-market (penilaian obat sebelum beredar di pasar) maupun post-market (pengawasan setelah obat tersebut beredar di pasaran).

Salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan dan risiko keamanan kesehatan global saat ini adalah Anti-Microbial Resistance (AMR).

Tidak hanya berdampak kepada manusia, AMR juga berdampak kepada hewan, perikanan, pertanian dan lingkungan.

AMR saat ini telah menjadi masalah global yang terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi menimbulkan dampak kematian dan ekonomi yang merugikan, antara lain diperkirakan pada tahun 2050 AMR akan menyebabkan 10 (sepuluh) juta orang meninggal per tahunnya.

sosialisasi Pengendalian Anti-Microbial Resistance (AMR) melalui Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Penertiban Peredaran Antibiotika
sosialisasi Pengendalian Anti-Microbial Resistance (AMR) melalui Koordinasi Lintas
Sektor dalam rangka Penertiban Peredaran Antibiotika (BPOM Tanah Bumbu)

Selain itu, AMR juga diperkirakan menyebabkan reduksi GDP (Gross Domestic Product) sejumlah 2 – 3,5 persen.

Total kerugian ekonomi dunia dilansir mendekati $100 triliun.

Resistensi Antimikroba adalah suatu keadaan dimana mikroorganisme mampu untuk bertahan pada dosis terapi senyawa antimikroba, sehingga mikroorganisme tersebut masih mampu berkembang, mengurangi keampuhan obat, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, memperparah, dan menyebabkan kematian dalam tindakan pengobatan pada manusia, hewan, ikan, dan tumbuhan.

Baca juga: Loka POM di Kabupaten Tanah Bumbu Edukasi Masyarakat untuk Jegal Peredaran Obat Ilegal

Salah satu isu strategis yang dianggap menjadi pemicu utama kejadian AMR yaitu adanya penggunaan antibiotika yang ekstensif, antara lain :

1. Tindakan swamedikasi (pengobatan sendiri)

2. Peresepan berlebih, kesalahan peresepan

3. Penggunaan antibiotika broad-spectrum secara luas

4. Penggunaan antibiotika sebagai upaya profilaksis (pencegahan)

Penggunaan antibiotika yang ekstensif ini salah satunya disebabkan karena antibiotika beredar secara bebas, baik karena isu akses (kemudahan masyarakat memperoleh antibiotika) maupun isu bisnis (penjualan antibiotika tanpa resep mendominasi omset pelaku usaha di sarana pelayanan kefarmasian).

Berdasarkan data hasil pengawasan Badan POM tahun 2018, dari 176 apotek di 5 provinsi, sejumlah 83,52% apotek melakukan penyerahan antibiotika tanpa resep dokter.

sosialisasi Pengendalian Anti-Microbial Resistance (AMR) melalui Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka Penertiban Peredaran Antibiotika
sosialisasi Pengendalian Anti-Microbial Resistance (AMR) melalui Koordinasi Lintas
Sektor dalam rangka Penertiban Peredaran Antibiotika (BPOM Tanah Bumbu)
Halaman
123
  • Berita Terkait :#BPOM Tanah Bumbu
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved