Berita Banjarbaru

Dulu Direncanakan Banjarmasin-Tabalong, Kini Jalur Kereta di Kalsel Terancam Berubah Tabalong-Jorong

Anggota DPR Syaifullah Tamliha sebut rencana jalur kereta Kalsel dari Tabalong-Banjarmasin akan berubah jadi Tabalong-Jorong atas saran investor.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
PENUMPANG.KAI.ID
ILUSTRASI - Kereta api. 

"Sehingga apabila ada perubahan trase, memerlukan kajian lagi," jelasnya.

Tongkang akan sandar dalam uji coba di Pelabuhan Pelaihari, Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, Kamis (16/1/2020).
Tongkang akan sandar di Pelabuhan Pelaihari, Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (16/1/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI)

Terkait jalur ke kawasan industri Jorong Kabupaten Tala, menurutnya, sudah ada di dalam keterkaitan di trase Banjarmasin-Batulicin-Tanah Grogot. "Jadi memang jalurnya sampai ke sana," ujarnya.

Sedangkan mengenai calon investor dari Rusia, Ariadi menyebut, hingga kini belum ada informasi dari Dishub Kalsel maupun Kemenhub.

Rencana lama pembangunan kereta api Kalsel ini diharapkan melalui sistem kerja sama pemerintah dan Badan Usaha.

"Sudah diajukan Kemenhub ke Kemenkeu, tapi belum ada keputusan dari Kemenkeu untuk melanjutkan ke proses berikut," tambahnya.

Sementara Plt Kepala DPMPTSP Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengaku belum mengetahui ada calon investor dari Rusia.

Baca juga: Harga Porang Turun, Petani di Batola Provinsi Kalsel Urung Panen

Baca juga: Minat Beli Otomotif di Banjarmasin Tetap Tinggi, Dealer : Meski Indent, Warga Tetap Mau Menunggu

Baca juga: Berlangsung di Taman Education Park, Pameran Ekonomi Kreatif Tanbu Resmi Dibuka

Namun menurutnya yang kini harus dilakukan adalah peningkatan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) di Jorong yang kini masih 1.000 ton.

Dalam RIP, kemampuan batas di dermaga pelabuhan kapal tongkang batu bara bisa sandar 1.000 Dead Weight Tons (DWT).

Menurutnya, hal itulah yang perlu ditingkatkan. Karena, di Kalsel banyak para pengusaha batu bara, batu besi, minyak CPO yang nantinya bisa menggunakan pelabuhan.

"Mengenai DWT Pelabuhan Pelaihari di Jorong itu perlu ditingkatkan. Masih ada ruang panjang dan kedalaman pelabuhan sampai ke kapasitas 5 ribu DWT," pungkas Hanifah Dwi Nirwana.

( Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved