Bumi Tuntung Pandang

Industri Terus Bertumbuh di Tanah Laut, Sukamta Lakukan Langkah Ini Lindungi Kekayaan Intelektual

Data Disnakerind Tanahlaut, hingga saat ini tercatat sebanyak 3.458 perusahaan yang beroperasi di daerah ini.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
DISKOMINFO TALA
Bupati Tala HM Sukamta (kiri) menyerahkan naskah raperda kepada Ketua DPRD Tala Muslimin SE didampingi Wakil Ketua H Rahimullah SE pada rapat paripurna, Senin (3_10) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dunia usaha di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus bertumbuh dan berkembang meski sempat lesu terhantam 'badai' pandemi covid19.

Data diperoleh pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala, Rabu (5/10/2022), hingga saat ini tercatat sebanyak 3.458 perusahaan yang beroperasi di daerah ini.

Dari jumlah tersebut setengahnya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan.

Hal ini menunjukkan perusahaan makanan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 51 persen.

Hal itu mendapat perhatian besar Bupati Tala HM Sukamta.

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini pun melakukan langkah khusus guna melindungi keberadaan dan usaha yang dikembangkan para pelaku industri tersebut.

BUPATI Tala HM Sukamta menyampaikan tiga raperda pada rapat paripurna di DPRD Tala, Senin (3_10) siang.
BUPATI Tala HM Sukamta menyampaikan tiga raperda pada rapat paripurna di DPRD Tala,
Senin (3_10) siang. (DISKOMINFO TALA)

"Pertumbuhan dan perkembangan sektor industri di Tala sangat membanggakan. Karena itu perlu dilakukan perlindungan terhadap kekayaan intelektualnya," ucap Sukamta.

Ia meyakini bakal banyak inovasi yang lahir dari sektor industri tersebut.

"Dalam hal ini tentu Pemkab Tala berupaya agar mampu melaksanakan perlindungan kekayaan intelektual dari inovasi tersebut," tegasnya.

Pemerintahannya juga telah menyusun rancangan peraturan daerah (raperda) yang mengatur pengelolaan kekayaan intelektual.

Raperda tersebut telah disampaikan Sukamta pada rapat paripurna di gedung DPRD Tala di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari, Senin siang kemarin.

Sekaligus Bupati juga menyampaikan dua raperda lainnya yaitu Raperda tentang APBD Tahun Anggaran (TA) 2023 dan Raperda tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah.

Sukamta menginginkan, persoalan kekayaan intelektual perlu menjadi perhatian daerah. Mengingat, belum ada regulasi yang mengatur tentang pengelolaan kekayaan intelektual di Tala.

"Pada raperda yang kami susun telah membagi ke dalam bab-bab meliputi, hak cipta dan budaya tradisional, paten, merek dan indikasi geografis," papar Sukamta.

Bahkan, inventarisasi kekayaan intelektual, pemanfaatan, pemeliharaan, pembinaan dan pengawasan serta pendanaan hingga insentif juga dituangkan ke dalam bab-bab di raperda tersebut. (AOL)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved