News Update

NEWS UPDATE Respons Polri Atas Kritik Media Asing Mengenai Kurang Terlatih Kendalikan Massa

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, balas kritik media asing dan minta semua pihak untuk melihat setiap kejadian secara utuh.

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Media internasional New York Times mengkritik Kepolisian Indonesia yang disebut kurang terlatih dalam pengendalian massa.

Pihak Polri pun memberikan pembelaan terkait penilaian tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, menyatakan, pihaknya meminta semua pihak untuk melihat setiap kejadian secara utuh. Khususnya terkait legal sistem yang diatur setiap negara.

"Setiap kejadian selalu dievaluasi harus melihat secara utuh tiga hal terkait legal system, yaitu substansi atau instrumen hukumnya, struktur hukumnya dan budaya hukumnya," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (6/10/2022).

Menurutnya, Polri bisa melakukan diskresi dalam menangani suatu masalah. Nantinya, diskresi itu bisa dinilai dan dievaluasi apakah sudah benar atau salah.

"Dan, diskresi kepolisian secara universal bahwa setiap polisi berdasarkan penilaiannya dapat mengambil tindakan yang tidak bertentangan dari norma-norma yang berlaku. Itu semua dianev dan terus akan dilatihkan," ungkapnya.

Namun begitu, Dedi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen akan menindak anggotanya yang dinilai bersalah dalam kasus tersebut. Tindakan bisa dilakukan baik etik maupun pidana.

"Setiap kesalahan yang dilakukan oleh personal sesuai pertanggungjawaban personal akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku baik pidana dan KKEP," katanya. (Tribunnews.com)

Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/view/466310/respons-polri-soal-kritik-media-asing-yang-sebut-polisi-indonesia-kurang-terlatih-kendalikan-massa.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved