Kartu Prakerja

Pemerintah Pastikan Program Kartu Prakerja Berlanjut di 2023, Tambah Anggaran Rp 5 Triliun

Pemerintah memastikan program Kartu Prakerja tetap dilanjut pada 2023 mendatang. Dana tambahan disiapkan mencapai Rp 5 triliun.

Editor: M.Risman Noor
KEMENKO PEREKONOMIAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan program kartu prakerja tetap dilaksanakan pada 2023. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah memastikan program Kartu Prakerja tetap dilanjut pada 2023 mendatang. Dana tambahan disiapkan mencapai Rp 5 triliun.

Program Kartu Prakerja di tahun 2023 akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pasca pelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.

Hal ini dinyatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Siaran Pers HM.4.6/559/SET.M.EKON.3/10/2022 tentang Program Kartu Prakerja Berlanjut di Tahun 2023 dengan Skema Normal yang Memberikan Bantuan Pelatihan Lebih Besar.

Program Kartu Prakerja di tahun 2023 akan lebih difokuskan pada bantuan peningkatan skill dan produktivitas angkatan kerja, berupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan insentif pasca pelatihan dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.

Baca juga: Promo Hemat Indomaret Berlaku hingga 11 Oktober 2022, Jangan Lewatkan Beli 2 Gratis 1

Baca juga: BTalk : Memperbaiki Nasib Anak Yatim Se Indonesia

“Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini dicanangkan sebelum era pandemi Covid-19,” kata Menko Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Cipta Kerja dalam Rapat Komite Cipta Kerja di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Senin (3/10/2022).

"Pemerintah akan menambah anggaran sebesar Rp5 triliun dengan target 1,5 juta orang," ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait dengan pelaksanaan skema normal pada tahun 2023, besaran bantuan yang diterima peserta adalah senilai Rp4,2 juta per individu.

Rinciannya berupa bantuan biaya pelatihan sebesar Rp3,5 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu yang akan diberikan sebanyak 1 kali, serta insentif survei sebesar Rp100 ribu untuk dua kali pengisian survei.

Selain itu, Menko juga menjelaskan bahwa Program Kartu Prakerja tersebut akan diimplementasi secara online, offline, maupun bauran serta memungkinkan bagi penerima bantuan sosial dari kementerian/lembaga lainnya seperti Kementerian Sosial, Bantuan Subsidi Upah, atau Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk dapat menerima manfaat dari Program Kartu Prakerja.

Sebagai informasi, tercatat pada tahun 2022, Program Kartu Prakerja telah memberikan manfaat bagi 3,46 juta penerima dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dengan total penerima sejak awal pelaksanaan program hingga mencapai 14,9 juta penerima.

Berdasarkan jumlah peserta tahun 2022 tersebut, sebanyak 53,6 persen diantaranya berasal dari 212 kabupaten/kota target penurunan kemiskinan ekstrem serta mencakup calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, Kartu Prakerja akan tetap dilanjurkan pada 2023 mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan, Kartu Prakerja akan tetap dilanjurkan pada 2023 mendatang. (KEMENKO PEREKONOMIAN)

Untuk informasi terkait pendaftaran seleksi Kartu Prakerja, Anda dapat mengecek secara berkala di akun Instagram @prakerja.go.id.

Syarat Daftar Kartu Prakerja
1. WNI berusia 18 tahun ke atas;

2. Tidak sedang menempuh pendidikan formal;

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved