Kriminalitas Banjarmasin

Tawuran Antar Remaja Terjadi di Siring Kota Banjarmasin, Pemilik Warung Ini Alami Kerugian Material

Tawuran antar remaja terjadi di kawasan siring jalan Aes Nasution, Kecamatan Banjarmasin Tengah

Penulis: Mia Maulidya | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Ilustrasi-Jajaran Polresta Banjarmasin sedang melakukan pengamanan pasca aksi tawuran remaja di Kilometer 2 Banjarmasin. Aksi serupa juga kembali terjadi di kawasan Siring Jalan Aes Nasution. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beredar di Sosial Media Instagram terlihat tawuran antar remaja terjadi di kawasan siring atau jalan Aes Nasution, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Rabu (5/10/2022) kemarin.

Dari penuturan saksi, Roni mengatakan,  tawuran tersebut melibatkan banyak anak-anak sekolah.

"Kami tidak mengetahui pasti dari sekolah mana, tetapi ada terlihat menggunakan baju dari SMKN 3 Banjarmasin serta baju sasirangan dari sekolah lain," tuturnya, Kamis (6/10/2022).

Namun, Ia menambahkan bahwa yang terlibat perkelahian tersebut menggunakan baju bebas.

Baca juga: Alami Luka di Kepala dan Wajah, Pedagang Ini Tewas Saat Melerai Tawuran di Labuan Bajo

Baca juga: Aksi Pemuda Ini Bikin Heran, Bawa Buaya Sepanjang 1 Meter saat Tawuran di Jakarta Timur

Baca juga: Polisi Gagalkan Rencana Tawuran, 20 Orang Remaja Diperiksa, Gergaji Hingga Celurit Ditemukan

Dalam aksi tawuran tersebut menurut Roni, tidak ada yang mengalami luka berat.

"Kalo yang lebam ada, dan mereka berkelahi ada yang menggunakan knuckle (senjata di jari tangan)," sebutnya.

Terpisah, pemilih warung milik Dijah mengaku aksi tawuran kemarin menyebabkannya mengalami kerugian material.

"Kemarin saya ga jualan mbak, tapi karena aksi tawuran itu beberapa kursi berhamburan serta ada bagian kursi yang patah," keluh Dijah.

Saat mengkonfirmasi kebenaran tersebut, berdasarkan penuturan Kepala Sekolah Mohamad Ali Muksin, melalui Bidang Humas Kesiswaan Fahmiaty, bahwasanya pelajarnya tidak ikut terlibat aksi tawuran tersebut.

Menurut Fahmiaty, bagian bidang bimbingan konseling pun telah memanggil para muridnya untuk menanyakan kebenaran dari informasi yang beredar.

"Saat dikonfirmasi bersama pelajar, mereka mengakui memang di sana, tetapi tidak ikut aksi itu, saat kejadian pun mereka sedang berbelanja pentol" kata dia.

Pada saat kejadian ada berjumlah tiga orang yang masih berada di tempat.

"Kronologi awalnya kami berempat membeli pentol, ada Rafly, Nazril, Abid, dan saya tetapi saat kejadian berlangsung Rafly sudah kembali pulang," ucap Rian, pelajar SMKN 3 Banjarmasin.

Berdasarkan kesaksian Rian, mereka tidak ikut terlibat tawuran serta tidak mengenali apakah itu memang benar tawuran antar pelajar atau bukan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved