Longsor di Tambang Emas Kotabaru

Jadi Atensi Kapolri, Penambangan Emas di Gunung Kura-kura Kabupaten Kotabaru Kalsel Ditertibkan

Jajaran Polda Kalsel akan menertibkan tambang emas ilegal di Gunung Kura-kura, Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, KAbupaten Kotabaru.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
Diskominfo Kotabaru untuk NPst
Petugas gabungan saat berupaya mencari dan mengevakuasi penambang emas yang tertimbun longsoran di wilayah Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (30/9/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Telah menelan korban jiwa, aktivitas pertambangan emas di Gunung Kura-kura, Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terbukti merupakan aktivitas yang membahayakan keselamatan. 

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan ( Polda Kalsel) akan bertindak tegas untuk melakukan penertiban aktivitas di lokasi Longsor di Tambang Emas Kotabaru tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Kombes Mochamad Rifa’i, menegaskan, agar tak ada pihak mana pun yang melakukan beking terhadap aktivitas pertambangan liar yang telah memakan korban jiwa setidaknya 9 orang beberapa hari lalu itu. 

"Tidak ada back up, back up, ada yang bandel, langsung ditindak," katanya, Minggu (9/10/2022). 

Baca juga: Pembacok Ipar Serahkan Diri ke Polsek Simpang Empat Kalsel, Korban Tewas Saat Dibawa ke Rumah Sakit

Baca juga: Bayi Ditemukan di Warung Mataraman Kabupaten Banjar Diberi Nama Muhammad Syabil

Baca juga: Kebakaran di Gudang Plywood PT Elbana Abadi Jaya Tabalong Kalsel, 3 Mesin Pengering Hangus

Terlebih, kata Kombes Rifa'i, hal ini telah menjadi perhatian dari Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. 

"Ini sudah jadi atensi dari Pak Kapolri langsung dan tentu Pak Kapolda Kalsel," ujar Kombes Rifa’i. 

Pendekatan kepada masyarakat khususnya di sekitar area tersebut pun terus dilakukan agar masyarakat menyadari begitu berisikonya aktivitas pertambangan dilakukan di lokasi tersebut. 

Pada kejadian lalu,  terjadi longsor saat Senin (26/9) di area itu. Sebanyak 9 orang meninggal dan 2 orang lainnya masih belum dapat ditemukan. 

Baca juga: Jalan Longsor di Satui Kabupaten Tanbu Kalsel Dilalui Truk, Camat Akan Libatkan Perusahaan

Baca juga: Tanah di Bantaran Sungai Balangan Longsor, Dapur Warga di Desa Galumbang Ambruk

Baca juga: Jembatan Ambruk di Barambai Batola, Pikap Bermuatan Jeruk Nyebur ke Sungai

Sedangkan 6 korban lainnya, terselamatkan meskipun menderita luka-luka. 

Diduga aktivitas pertambangan emas tersebut dilakukan masyarakat dari sejumlah wilayah dan menggunakan metode semi manual. 

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved