Kalsel Bergerak

Paman Birin Pimpin Upacara dan Ziarah Makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor memimpin upacara memperingati wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari di Malkon Temon Banjarmasin.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BIRO ADPIM SETDAPROV KALSEL
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor memimpin upacara memperingati 160 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, Selasa (11/10/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor memimpin upacara memperingati 160 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari, ziarah dan tabur bunga.

Kegiatan teresbut dilaksanakan di Makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, Selasa (11/10/2022).

Upacara berlangsung khusyuk, dihadiri sejumlah kalangan, mulai dari Sekda, Forkopimda, sejumlah Kepala SKPD, sejumlah anggota TNI/Polri hingga pelajar.

Paman Birin selaku pembina upacara, membacakan kembali tujuh pesan yang pernah disampaikan langsung Pangeran Antasari.

Salah satu pesan tersebut adalah yang hingga kini masih diingat masyarakat Kalimantan Selatan, yaitu Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing yang berarti, haram hukumnya untuk menyerah kepada musuh.

Gubernur Sahbirin tabur bunga di makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari 11102022.
Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor tabur bunga di makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, Selasa (11/10/2022).

Selepas upacara, dilanjutkan dengan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari.

Usai upacara dan tabur bunga, Paman Birin menyampaikan harapannya untuk generasi masa kini agar jangan melupakan sejarah perjuangan pahlawan dan orang-orang tua di masa lalu.

“Jangan pernah melupakan sejarah. Ada orang-orang tua dan pahlawan-pahlawan kita. Itu adalah sebuah pembelajaran besar bagi kita generasi hari ini. Harapan kita, mereka dapat menjadi contoh untuk kehidupan,” ucapnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa nilai perjuangan dan semangat para pahlawan harus dimiliki oleh setiap anak bangsa.

“Nilai yang bisa kita petik dari pahlawan tentunya adalah nilai perjuangan yang tidak lekang oleh panas dan hujan. Semangatnya selalu membara untuk Tanah Air, Banua dan rakyat. Semangat ini yang harus dimiliki oleh setiap anak bangsa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan upacara ini, dibacakan riwayat singkat Pangeran Antasari yang merupakan Pahlawan Nasional dari tanah Borneo ini.

Pahlawan Nasional Pangeran Antasari yang semasa mudanya dikenal dengan nama Gusti Inu Kartapati ini lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, pada tahun 1797.

Dinobatkan sebagai Sultan Banjar pada 14 Maret 1862 dan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.

Menjadi pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar, menggantikan Sultan Hidayatullah yang diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat.

Pangeran Antasari wafat pada tanggal 11 Oktober 1862 di Bayan Begok, Hindia Belanda, dan dikuburkan disana.

Jenazahnya kemudian dipindahkan pada tahun 1958 ke Makam Pahlawan Nasional di Jalan Malkon Temon, Banjarmasin. (AOL/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved